Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) memperkirakan tekanan terhadap margin bunga bersih atau net interest margin (NIM) masih berlanjut hingga akhir 2026.
Presiden Direktur CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, NIM menjadi rasio yang paling tertekan saat ini. Per Agustus 2026, NIM CIMB Niaga berada di level 3,9%.
"NIM merupakan ratio yang paling tertekan saat ini di level 3,9% karena CoF yang masih tinggi," kata Lani kepada kontan.co.id, Selasa (6/10/2026).
Baca Juga: BRI Siapkan Dana Rp 403,8 Miliar untuk Lunasi SBK Jatuh Tempo November 2026
Menurut dia, tekanan terhadap NIM diperkirakan masih tinggi hingga akhir tahun. Salah satu penyebabnya adalah cost of fund (CoF) yang masih tinggi, sementara yield kredit relatif rendah.
Lani menjelaskan, kondisi tersebut turut dipengaruhi oleh pertumbuhan kredit yang lebih tinggi pada segmen korporasi. Segmen tersebut memiliki yield kredit yang relatif lebih rendah sehingga turut menekan margin bunga bersih perseroan.
"Jadi kami lebih melihat perjalanan NIM yang lebih realistis di bawah 4%," ujarnya.
Baca Juga: BRI Merombak Komite Audit, Simak Susunan Lengkapnya
Di sisi intermediasi, CIMB Niaga masih mencatatkan pertumbuhan pembiayaan hingga Agustus 2026.
Total kredit yang disalurkan CIMB Niaga mencapai Rp228,44 triliun per Agustus 2026, tumbuh 4,39% secara tahunan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














