kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.594.000   2.000   0,08%
  • USD/IDR 17.941   23,00   0,13%
  • IDX 5.936   -157,61   -2,59%
  • KOMPAS100 766   -19,95   -2,54%
  • LQ45 591   -10,76   -1,79%
  • ISSI 206   -6,62   -3,11%
  • IDX30 330   -4,72   -1,41%
  • IDXHIDIV20 423   -4,31   -1,01%
  • IDX80 88   -2,12   -2,37%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,74%
  • IDXQ30 108   -1,04   -0,95%

CIMB Niaga Sebut Permintaan Kredit dari Sektor Swasta Masih Bertumbuh


Senin, 12 Oktober 2026 / 19:14 WIB
CIMB Niaga Sebut Permintaan Kredit dari Sektor Swasta Masih Bertumbuh
ILUSTRASI. PT Bank CIMB Niaga Tbk melihat permintaan kredit dari sektor swasta masih menunjukkan tren positif seiring aktivitas bisnis yang terus berjalan  (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk melihat permintaan kredit dari sektor swasta masih menunjukkan tren positif seiring aktivitas bisnis yang terus berjalan di berbagai sektor ekonomi.

Segmen korporasi dan commercial banking menjadi salah satu penopang penyaluran kredit CIMB Niaga.

Direktur Business Banking CIMB Niaga Rusly Johannes mengatakan, permintaan pembiayaan terutama berasal dari kebutuhan modal kerja dan investasi untuk mendukung ekspansi usaha, meningkatkan kapasitas produksi, serta mengoptimalkan rantai pasok.

“CIMB melihat permintaan kredit dari sektor swasta tetap menunjukkan tren yang positif sejalan dengan aktivitas bisnis yang terus berjalan di berbagai sektor ekonomi,” ujar Rusly kepada kontan.co.id, Senin (12/10/2026).

Baca Juga: Kredit Bank Swasta Belum Merata, Sektor Industri Pengolahan Jadi Penopang

Rusly menyebut, sejumlah pelaku usaha masih aktif memanfaatkan fasilitas pembiayaan untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis. Adapun sektor yang menjadi fokus permintaan kredit CIMB Niaga antara lain fast moving consumer goods (FMCG) dan kesehatan.

“Secara umum, permintaan didorong oleh kebutuhan modal kerja untuk mendukung aktivitas operasional maupun investasi guna meningkatkan kapasitas usaha dan efisiensi bisnis,” katanya.

Menurut Rusly, kebutuhan pembiayaan setiap nasabah dapat berbeda, bergantung pada karakteristik industri dan rencana bisnis masing-masing. Perusahaan memanfaatkan kredit untuk menjaga likuiditas operasional, mendukung pertumbuhan usaha, maupun merealisasikan rencana investasi.

Di tengah peluang pertumbuhan tersebut, CIMB Niaga tetap mengutamakan kualitas aset melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam proses kredit, pemantauan portofolio secara berkala, serta stress testing terhadap berbagai skenario ekonomi.

CIMB Niaga juga meningkatkan pemantauan terhadap sektor-sektor yang sensitif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan menggunakan pendekatan berbasis risiko dalam setiap keputusan pembiayaan.

“Ke depan, kami tetap melihat peluang pertumbuhan kredit yang sehat sejalan dengan kebutuhan pembiayaan dunia usaha. Namun demikian, kami tetap mencermati dinamika ekonomi global maupun domestik dan akan terus mengedepankan keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset,” jelas Rusly.

Untuk menangkap peluang tersebut, CIMB Niaga akan memperkuat hubungan dengan nasabah eksisting dan mengoptimalkan pembiayaan pada sektor-sektor yang memiliki prospek baik. 

CIMB Niaga juga mengandalkan solusi perbankan yang komprehensif serta pemanfaatan teknologi dan data analytics untuk meningkatkan kualitas layanan dan mendukung pengambilan keputusan kredit yang pruden.

Baca Juga: OJK Hapus Batas Pinjaman di 3 Fintech Lending, Risiko Kredit Tetap Diawasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×