Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) terus memperkuat keamanan layanan digitalnya dengan memanfaatkan artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi transaksi yang tidak wajar dan mencegah potensi penyalahgunaan akun nasabah.
Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh mengatakan, keamanan dan kepercayaan nasabah menjadi salah satu fokus utama perseroan dalam mengembangkan layanan digital.
Menurutnya, CIMB Niaga terus berinvestasi pada teknologi keamanan, termasuk pemanfaatan AI untuk menganalisis pola dan perilaku transaksi nasabah.
“Customer trust. Pada saat customer menggunakan digital, dia harus memastikan uangnya semua aman di aplikasinya. Sehingga aplikasi dengan security itu berat banget. Kita selalu invest untuk mempunyai teknologi yang terbaik untuk security,” ujar Lusiana di Jakarta, Jumat (2/10/2026).
Baca Juga: Ekonom Soroti Dampak Perluasan MDR QRIS 0% terhadap Komisi Bank
Ia menjelaskan, AI digunakan antara lain untuk mendeteksi transaksi yang bersifat anomali. Sistem akan membandingkan transaksi dengan pola atau kebiasaan nasabah untuk mengidentifikasi aktivitas yang tidak wajar.
Sebagai contoh, ketika nasabah biasanya melakukan transaksi sekitar Rp 100.000, tetapi tiba-tiba terdapat transaksi hingga Rp 30 juta, sistem akan mendeteksi adanya anomali.
“Secara AI dia akan mulai mikir, ini benar, lucu atau bukan ya? Biasanya ada challenge tambahan yang akan kita tanyakan kepada nasabah untuk memastikan ini benar nasabahnya,” jelas Lusiana.
Menurutnya, penerapan AI memungkinkan CIMB Niaga melakukan analisis terhadap perilaku nasabah secara lebih cepat dan detail dibandingkan proses yang sebelumnya dilakukan secara manual.
“Analisa-analisa tersebut tadinya dilakukan manual. Kalau dilakukan manual, biasanya tidak akan secepat itu. Begitu kita masuk dengan AI, mereka bisa berpikir lebih pintar, lebih detail terhadap behavior nasabah tersebut, sehingga kita bisa banyak mencegah transaksi-transaksi yang seharusnya tidak terjadi,” katanya.
Lusiana juga menanggapi kekhawatiran yang muncul di media sosial terkait keamanan fitur QRIS Tap yang menggunakan teknologi near-field communication (NFC).
Baca Juga: Bank Danamon (BDMN) Cermati Langkah Pemenuhan Free Float
Ia menegaskan, transaksi melalui QRIS Tap tidak dapat dilakukan hanya dengan mendekatkan ponsel ke perangkat pembaca. Nasabah harus terlebih dahulu mengaktifkan fitur tersebut di aplikasi sebelum melakukan tap.
“Apabila saya menggunakan tap, menggunakan mobile phone, ada beberapa steps yang harus dilalui dulu sampai handphone-nya bisa di-tap. Contohnya dia harus mengaktifkan terlebih dahulu untuk QRIS Tap-nya, kemudian dia harus manually untuk tap,” ujarnya.
Dengan demikian, menurut Lusiana, ponsel yang hanya berada di dekat perangkat pembaca tanpa QRIS Tap diaktifkan tidak akan langsung memproses transaksi.
Ia menilai, sebagian informasi mengenai keamanan QRIS Tap yang beredar di media sosial belum menggambarkan keseluruhan proses yang harus dilalui nasabah.
“Jadi ada beberapa menurut saya agak misleading yang kemarin beredar di thread itu,” kata Lusiana.
Lusiana pun mengingatkan masyarakat untuk tidak langsung mempercayai seluruh informasi yang beredar di media sosial, terutama terkait keamanan layanan digital.
“Jadi jangan percaya semua yang kamu lihat di social media,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














