kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.557.000   3.000   0,12%
  • USD/IDR 18.093   -96,00   -0,53%
  • IDX 5.030   110,49   2,25%
  • KOMPAS100 648   16,04   2,54%
  • LQ45 514   12,41   2,48%
  • ISSI 166   2,88   1,77%
  • IDX30 289   6,27   2,22%
  • IDXHIDIV20 389   6,59   1,72%
  • IDX80 75   1,80   2,47%
  • IDXV30 108   1,64   1,54%
  • IDXQ30 97   2,23   2,35%

DANA: Kepercayaan Pengguna Jadi Kunci Pertumbuhan Layanan Keuangan Digital


Rabu, 05 Agustus 2026 / 14:02 WIB
DANA: Kepercayaan Pengguna Jadi Kunci Pertumbuhan Layanan Keuangan Digital
ILUSTRASI. Dompet digital DANA menilai kepercayaan pengguna jadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan layanan keuangan digital di Indonesia. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dompet digital DANA menilai kepercayaan pengguna jadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan layanan keuangan digital di Indonesia.

Chief Technology Officer DANA Indonesia, Norman Sasono menjelaskan, keberhasilan layanan digital tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, melainkan kemampuan untuk memahami kebutuhan penggunanya.

Menurutnya, pendekatan berorientasi pada pelanggan atau customer first menjadi prinsip utama DANA dalam mengembangkan berbagai layanan hingga saat ini.

Baca Juga: Bisnis Paylater Perbankan Makin Merekah, Permintaan Masih Tinggi

"Ketika kami membangun kanal dan aplikasi digital, fokus utamanya bukan pada teknologi, melainkan pada pelanggan. Kami harus memahami kebutuhan dan permasalahan mereka, lalu menghadirkan solusi yang benar-benar efektif," ujarnya saat acara Peluncuran Aplikasi AIA+ di AIA Central, Jakarta Selatan, Selasa (4/8/2026).

Ia menambahkan, pandemi Covid-19 jadi salah satu momentum mempercepat adopsi transaksi digital di Indonesia. Kondisi ini membuat masyarakat mulai terbiasa menerapkan sistem cashless dan memanfaatkan layanan pembayaran digital.

Meskipun hingga kini adopsi layanan keuangan digital terus meningkat, ia tetap mencermati adanya sejumlah tantangan yang membayangi.

Baca Juga: Tokio Marine Perkuat Proteksi Hunian dengan Asuransi Home Partner

Misalnya ancaman social engineering sebagai salah satu risiko terbesar di era digital. Berbagai modus penipuan, seperti phishing, pesan singkat palsu, hingga pencurian kode OTP menurutnya perlu diwaspadai oleh masyarakat agar tidak menjadi korban kejahatan siber.

Ke depan, Norman berharap perkembangan teknologi dapat membuat pengalaman pengguna semakin lancar terutama dalam memanfaatkan layanan keuangan digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×