Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) terus memperkuat perannya dalam mendukung pertumbuhan ekosistem usaha di Indonesia. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan layanan penjaminan kredit, memperluas kolaborasi dan meningkatkan edukasi.
Sebagai perusahaan penjaminan, Jamkrindo berperan membantu memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Penjaminan kredit menjadi salah satu instrumen untuk meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan dalam menyalurkan pembiayaan kepada sektor produktif.
Teranyar, Jamkrindo menggelar Program Jejak (Jamkrindo Edukasi Penjaminan dan Keuangan). Program ini menjadi salah satu upaya Jamkrindo untuk meningkatkan literasi pelaku usaha, khususnya dalam memahami penjaminan, pengelolaan keuangan, serta kesiapan dalam mengakses pembiayaan.
Program Jejak digelar di Bandung pada 17 September 2026 dengan menyasar pelaku usaha jasa konstruksi, pengadaan barang dan jasa, serta jasa konsultan. Lewat kegiatan itu diadakan edukasi dan diskusi terkait pengelolaan keuangan, penyusunan laporan keuangan, pemahaman terhadap produk penjaminan, serta berbagai aspek yang perlu dipersiapkan memenuhi kebutuhan pembiayaan dan penjaminan.
Baca Juga: Upaya Mendorong Standar Kompetensi Industri Penjaminan
Sekretaris Perusahaan Jamkrindo Akhmad Albaasithu mengatakan, pemahaman terhadap keuangan dan penjaminan menjadi salah satu faktor penting bagi pelaku usaha dalam menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus membuka peluang pengembangan usaha.
Menurut dia, pengelolaan keuangan yang baik dan laporan keuangan yang tertata membantu pelaku usaha memahami kondisi bisnis serta mempersiapkan kebutuhan pendanaan dengan lebih baik.
“Melalui Program Jejak, Jamkrindo ingin memberikan pemahaman yang lebih komprehensif kepada pelaku usaha mengenai produk dan layanan penjaminan serta pentingnya pengelolaan keuangan. Literasi keuangan dan pemahaman mengenai penjaminan saling mendukung dalam mempersiapkan pelaku usaha mengembangkan bisnisnya,” ujar Akhmad dalam keterangannya, Minggu (20/9/2026).
Dia menambahkan, kebutuhan penjaminan cukup erat dengan aktivitas usaha, terutama bagi pelaku usaha di sektor konstruksi, pengadaan barang dan jasa, serta jasa konsultan. Karena itu, pemahaman mengenai jenis, manfaat, dan persyaratan produk penjaminan menjadi bagian penting dari kesiapan usaha.
Akhmad bilang, setiap sektor usaha memiliki karakteristik dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, melalui Jejak mendorong pelaku usaha memahami aspek keuangan dan penjaminan sesuai kebutuhan bisnisnya. Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha akan lebih siap memenuhi kebutuhan pembiayaan maupun penjaminan dan menjalankan usaha secara terencana.
Baca Juga: Jamkrindo Gandeng LKPP Perkuat Penjaminan Pengadaan Pemerintah
Ia menyampaikan bahwa Jamkrindo akan terus memperkuat edukasi yang memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Menurutnya, peningkatan literasi perlu berjalan beriringan dengan perluasan akses terhadap layanan keuangan, termasuk penjaminan.
“Kami berharap Jejak dapat menjadi ruang pembelajaran dan diskusi yang bermanfaat bagi pelaku usaha. Dengan pemahaman yang lebih baik mengenai pengelolaan keuangan, pembiayaan, dan penjaminan, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas serta tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Melalui penguatan literasi tersebut, Jamkrindo berharap semakin banyak pelaku usaha yang siap mengelola bisnis, memenuhi kebutuhan pembiayaan, dan memanfaatkan layanan penjaminan sesuai karakteristik usahanya.
Dengan demikian, penjaminan tidak hanya menjadi instrumen untuk memenuhi persyaratan pembiayaan atau proyek, tetapi juga bagian dari ekosistem yang mendukung keberlanjutan dan pertumbuhan usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














