kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   30.000   1,08%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Dana Pensiun Lembaga Keuangan Catatkan RoI Sebesar 0,81% per Februari 2026


Jumat, 01 Mei 2026 / 12:24 WIB
Dana Pensiun Lembaga Keuangan Catatkan RoI Sebesar 0,81% per Februari 2026
ILUSTRASI. Kinerja investasi dana pensiun gabungan melesat 0,92% di awal tahun.


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, industri Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) membukukan Return on Investment (RoI) sebesar 0,81% per Februari 2026. Jika ditelaah, angkanya menurun tipis, jika dibandingkan capaian per Februari 2025 yang sebesar 0,86%.

Terkait hal itu, Ketua Umum Asosiasi DPLK Tondy Suradiredja mengatakan pencapaian tersebut terbilang sangat stabil di tengah volatilitas pasar modal pada awal tahun ini. Tondy menyebut pencapaian itu juga menunjukkan bahwa strategi penempatan dana DPLK pada instrumen yang aman tetap berjalan efektif.

"Dengan demikian, hasil investasi peserta tidak terganggu saat pasar modal sedang fluktuatif pada awal tahun," katanya kepada Kontan, Jumat (1/5/2026).

Baca Juga: QRIS wondr by BNI Bisa Dipakai di China, Transaksi Lintas Negara Makin Mudah

Untuk meningkatkan kinerja RoI pada tahun ini, Tondy mengatakan industri DPLK perlu melakukan sejumlah strategi. Dia bilang DPLK perlu tetap berpegang teguh pada prinsip kehati-hatian atau prudent dalam setiap kebijakan penempatan aset. 

Tondy menambahkan bahwa, fokus utama DPLK bukan hanya mengejar keuntungan sesaat, melainkan memastikan keberlanjutan hasil investasi melalui diversifikasi yang disiplin. 

"Selain itu, asosiasi terus mendorong pengelola DPLK untuk meningkatkan kompetensi dalam memantau dinamika ekonomi global secara lebih tajam," ucap Tondy.

Jika ditelaah secara rinci, RoI dana pensiun gabungan mencatatkan peningkatan drastis dari 0,12% per Februari 2025, menjadi 0,92% per Februari 2026. Mengenai hal itu, Tondy menyebut kenaikan angka industri secara gabungan sebenarnya lebih banyak dipicu oleh pemulihan di sektor Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) yang sempat turun pada periode tahun lalu. 

Lebih lanjut, Tondy menilai masih terbuka peluang industri dana pensiun gabungan pada tahun ini untuk melampaui pencapaian RoI 8,18% pada tahun lalu. 

Baca Juga: Strategi Budi Gadai: Digitalisasi dan Ekspansi Cabang Dilakukan Serentak

"Dengan modal awal tahun yang sudah mencapai 0,92%, kami meyakini industri dana pensiun konvensional punya peluang besar untuk melampaui capaian tahun lalu," ujar Tondy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU

[X]
×