Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) membuka peluang melakukan pembelian kembali saham atau share buyback di tengah dinamika pasar modal yang berfluktuasi.
Saat ini, emiten dengan kodes saham BRIS masih mengkaji opsi tersebut sebagai salah satu langkah untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (21/10/2026), BSI menyatakan bahwa rencana buyback saham masih dalam tahap evaluasi dan belum menjadi keputusan final.
“Perseroan secara berkala mengevaluasi berbagai alternatif strategis untuk mendukung penciptaan nilai jangka panjang bagi pemegang saham. Salah satu alternatif yang sedang dikaji adalah pembelian kembali saham Perseroan atau share buyback,” tulis manajemen BSI dalam keterbukaan informasi.
Baca Juga: BCA Perpanjang Periode Buyback Saham hingga 23 Oktober 2026
BSI menegaskan, apabila memutuskan untuk merealisasikan aksi korporasi tersebut, perseroan akan menyampaikan informasi kepada regulator dan publik sesuai dengan ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku.
Selain mengkaji opsi buyback, BSI juga memiliki rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Rencana tersebut telah disampaikan bersamaan dengan pengumuman rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 30 September 2026, yang kemudian diikuti pemanggilan RUPSLB pada 15 Oktober 2026.
Pelaksanaan rights issue tersebut masih bergantung pada persetujuan RUPSLB yang dijadwalkan berlangsung pada 6 November 2026.
Di sisi lain, BSI berencana menerbitkan Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Sukuk Mudharabah Berlandaskan Keberlanjutan I Bank BSI Tahap III Tahun 2026.
Rencana ini merupakan tahap akhir dari program PUB yang telah memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2024.
Baca Juga: RMK Energy (RMKE) Tuntaskan Buyback Saham Senilai Rp 44,5 Miliar
Informasi mengenai penerbitan sukuk tersebut terakhir disampaikan melalui Informasi Tambahan Ringkas yang dipublikasikan pada 20 Oktober 2026.
Terkait volatilitas saham BSI pada periode 8–16 Oktober 2026, perseroan menyatakan telah mengungkapkan seluruh informasi dan fakta material yang diketahui sesuai ketentuan yang berlaku.
BSI juga menyampaikan tidak mengetahui adanya aktivitas khusus pemegang saham yang wajib dilaporkan, selain informasi yang telah disampaikan atau diumumkan kepada publik.
Perseroan menegaskan akan tetap memenuhi kewajiban keterbukaan informasi sesuai dengan peraturan pasar modal yang berlaku.
Pada penutupan perdagangan Rabu (21/10), saham BRIS ditutup susut 1,42% ke level Rp 1.040 per saham. selama sepekan terakhir sahamnya anjlok 20,91%. dan secara ytd sahamnya susut 53,36%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














