kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.203   18,00   0,10%
  • IDX 5.177   -88,82   -1,69%
  • KOMPAS100 669   -13,64   -2,00%
  • LQ45 525   -7,72   -1,45%
  • ISSI 174   -4,46   -2,49%
  • IDX30 296   -4,08   -1,36%
  • IDXHIDIV20 395   -4,85   -1,21%
  • IDX80 77   -1,58   -2,01%
  • IDXV30 109   -1,99   -1,79%
  • IDXQ30 99   -1,19   -1,19%

DPK Bank Jago Tumbuh 21% Jadi Rp 28,9 Triliun pada Kuartal III 2026


Rabu, 28 Oktober 2026 / 10:31 WIB
DPK Bank Jago Tumbuh 21% Jadi Rp 28,9 Triliun pada Kuartal III 2026
ILUSTRASI. PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 21% secara tahunan menjadi Rp 28,9 triliun per September 2026. (KONTAN/Lydia Tesaloni)


Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Jago Tbk (ARTO) mencatat pertumbuhan dana pihak ketiga (DPK) sebesar 21% secara tahunan atau year on year (YoY) menjadi Rp 28,9 triliun per September 2026.

Pertumbuhan dana tersebut ditopang oleh kontribusi dana murah atau current account and savings account (CASA) yang mencapai lebih dari separuh total DPK.

Direktur Utama Bank Jago Arief Harris mengatakan, bank terus menjaga kualitas pertumbuhan, baik dari sisi penghimpunan dana maupun penyaluran kredit, untuk memperkuat fundamental bisnis.

Baca Juga: Jamkrindo Perkuat Bisnis Penjaminan, Kaji Penataan Portofolio

“Fokus kami yang mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik,” kata Arief dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Rinciannya, CASA Bank Jago mencapai 53% dari total DPK atau setara Rp 15,4 triliun. Sedangkan deposito berkontribusi sebesar 47% atau Rp 13,5 triliun.

Bank Jago membukukan penyaluran kredit sebesar Rp 27,9 triliun per September 2026, tumbuh 19% YoY. Adapun rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,9%.

Jumlah nasabah Bank Jago juga mencapai 19 juta hingga akhir September 2026, termasuk 13,1 juta nasabah funding yang menggunakan Aplikasi Jago.

Baca Juga: Ciputra Life Catat Premi Asuransi Kesehatan Korporasi Rp 110 M pada September 2026

Sementara itu, total aset Bank Jago meningkat 22% YoY menjadi Rp 42,1 triliun per September 2026, dari Rp 34,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) Bank Jago naik 50% YoY menjadi Rp 298 miliar pada kuartal III 2026.

Bank Jago juga mencatat rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) sebesar 27,5% per September 2026.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×