kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.827.000   -10.000   -0,35%
  • USD/IDR 17.049   32,00   0,19%
  • IDX 7.048   -43,45   -0,61%
  • KOMPAS100 972   -4,90   -0,50%
  • LQ45 716   -1,68   -0,23%
  • ISSI 251   -1,25   -0,50%
  • IDX30 389   -0,10   -0,03%
  • IDXHIDIV20 487   -1,85   -0,38%
  • IDX80 110   -0,59   -0,54%
  • IDXV30 135   -0,95   -0,70%
  • IDXQ30 127   0,03   0,02%

DPK Ritel Menguat, Bank Mandiri Optimistis Tren Berlanjut pada 2026


Selasa, 31 Maret 2026 / 19:18 WIB
DPK Ritel Menguat, Bank Mandiri Optimistis Tren Berlanjut pada 2026
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Bank Mandiri, Jakarta (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) melihat pemulihan simpanan sektor rumah tangga sebagai sinyal positif yang mencerminkan membaiknya aktivitas ekonomi pada akhir 2025.

Head of Deposit Product Management Bank Mandiri Mega Ekaputri Pujianto mengatakan, tren tersebut tercermin dari peningkatan Mandiri Spending Index (MSI) yang naik sekitar 17% secara bulanan pada Desember 2025 dan mencapai level 354,5 pada pekan terakhir tahun lalu.

Baca Juga: Fintech Lending Disebut Jadi Alternatif Utama Pembiayaan bagi Kelompok Unbankable

“Pemulihan rata-rata DPK rumah tangga menjadi indikator positif yang sejalan dengan perbaikan aktivitas ekonomi di akhir 2025,” ujar Mega kepada Kontan.co.id, Selasa (31/3/2026).

Selain itu, data Bank Mandiri juga menunjukkan penguatan likuiditas pada kelompok menengah. Per 31 Desember 2025, indeks tabungan segmen ini naik 0,49 poin menjadi 101,2.

“Hal ini mengindikasikan bahwa kelompok menengah mulai kembali memperkuat likuiditas dan tabungannya setelah sebelumnya cenderung menahan diri,” tambahnya.

Penguatan likuiditas rumah tangga tersebut turut mendorong kinerja penghimpunan dana Bank Mandiri.

Baca Juga: BCA Dorong Ekonomi Desa Wisata dan UMKM Lewat Program Genera-Z Berbakti  

Sepanjang 2025, total dana pihak ketiga (DPK) konsolidasi tumbuh lebih dari 23% secara tahunan (YoY) hingga menembus Rp2.000 triliun.

Sementara itu, dana murah atau current account saving account (CASA) meningkat sekitar 12% YoY menjadi lebih dari Rp1.000 triliun.

Momentum ini berlanjut pada awal 2026. Hingga Januari 2026, DPK bank only Bank Mandiri tercatat tumbuh lebih dari 17% YoY menjadi sekitar Rp1.600 triliun.

Mega menilai inflasi yang terkendali menjadi faktor utama yang menjaga daya beli masyarakat tetap solid.

Pada Desember 2025, inflasi tercatat sebesar 2,92% secara tahunan dan 0,64% secara bulanan.

Baca Juga: Bank Mandiri Dorong Skema Kredit UMKM Berbasis Ekosistem Guna Percepat Penyaluran KUR

“Kombinasi stimulus pemerintah dan momentum musiman seperti Natal dan Tahun Baru mendorong aktivitas ekonomi yang sehat, sehingga masyarakat dapat menyeimbangkan antara belanja dan menabung,” jelasnya.

Ke depan, Bank Mandiri memproyeksikan tren pemulihan konsumsi dan kapasitas menabung masyarakat akan berlanjut sepanjang 2026.

Momentum Ramadan dan Idulfitri pada kuartal I-2026 diperkirakan menjadi katalis tambahan bagi pertumbuhan DPK ritel.

Dengan dukungan fundamental ekonomi yang kuat serta proyeksi pertumbuhan ekonomi di atas 5% pada 2026, Bank Mandiri menargetkan penghimpunan DPK ritel tetap tumbuh pada kisaran high single-digit hingga low double-digit.

“Akselerasi ini didorong oleh penguatan konsumsi rumah tangga, pemulihan investasi, serta sinergi kebijakan fiskal dan moneter,” tutup Mega.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×