kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.080   20,00   0,11%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

DPLK Avrist Optimistis Rasio Aset Dana Pensiun Capai 11,2% terhadap PDB pada 2029


Kamis, 22 Oktober 2026 / 16:15 WIB
DPLK Avrist Optimistis Rasio Aset Dana Pensiun Capai 11,2% terhadap PDB pada 2029
ILUSTRASI. DPLK (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Avrist optimistis target rasio aset dana pensiun terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 11,2% pada 2029 yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat tercapai.

Namun, pencapaian target tersebut harus bisa dibangun melalui tiga fondasi utama, yaitu perluasan kepesertaan, peningkatan konsistensi iuran, serta pengelolaan investasi yang berkelanjutan.

President Director DPLK Avrist Firmansyah mengatakan target yang ditetapkan oleh OJK tersebut terbilang cukup ambisius mengingat rasio aset dana pensiun terhadap PDB tercatat sebesar 8,22% pada 2025.

Baca Juga: Bank Mandiri Targetkan 1.500 Kartu Kredit Indonesia Terbit Tahun Ini

Meski demikian, industri dana pensiun masih memiliki ruang pertumbuhan karena banyak pekerja Indonesia yang belum memiliki program pensiun tambahan di luar jaminan sosial wajib.

“Kunci pencapaiannya bukan hanya meningkatkan aset melalui hasil investasi, tetapi juga memperluas kepesertaan dan mendorong pertumbuhan iuran secara berkelanjutan,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (22/10/26).

Menurutnya, peningkatan rasio aset dana pensiun terhadap PDB harus mencerminkan makin banyak masyarakat Indonesia yang memiliki kesiapan finansial untuk menghadapi masa pensiun.

Oleh karena itu, ada beberapa hal yang patut menjadi perhatian industri guna mencapai target tersebut.

Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan memperluas penetrasi program pensiun, terutama pada segmen korporasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pekerja mandiri. Selain itu, meningkatkan literasi dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan dana pensiun sejak usia produktif.

Selanjutnya adalah dengan memperkuat digitalisasi dan kualitas pengelolaan investasi. Melalui digitalisasi, program pensiun diharapkan kian mudah diakses dan transparan, dengan tetap menjaga pengelolaan investasi yang optimal dan berkelanjutan.

Namun, ia juga mencermati masih ada sejumlah risiko yang perlu diwaspadai oleh industri mulai dari volatilitas pasar keuangan, perubahan arah suku bunga, serta kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi kemampuan perusahaan dan individu dalam membayar iuran pensiun.

Firmansyah menambahkan, meningkatnya pembayaran manfaat seiring bertambahnya peserta yang memasuki usia pensiun juga dapat memengaruhi pertumbuhan aset bersih industri dana pensiun.

Pasalnya, rasio aset dana pensiun terhadap PDB dipengaruhi oleh pertumbuhan aset dana pensiun sekaligus pertumbuhan ekonomi nasional.

“Karena itu, peningkatan rasio membutuhkan pertumbuhan aset dana pensiun yang secara konsisten lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB nominal,” ujarnya.

Untuk mendukung pencapaian target, DPLK Avrist akan memperluas kepesertaan melalui pengembangan segmen korporasi dan penguatan kemitraan strategis. Perusahaan juga mendorong konsistensi iuran serta tambahan iuran sukarela guna meningkatkan kecukupan dana pensiun peserta.

DPLK Avrist turut memperkuat transformasi digital melalui SiPURNA by DPLK Avrist, sembari mempertahankan pengelolaan investasi yang memperhatikan pilihan investasi dan profil risiko peserta.

Firmansyah menegaskan, keberhasilan industri dana pensiun tidak cukup diukur dari besarnya aset yang dihimpun. Pertumbuhan tersebut juga perlu diikuti peningkatan kesiapan finansial masyarakat agar dapat menjalani masa pensiun secara mandiri dan sejahtera.

Baca Juga: Volatilitas Pasar Modal Bisa Ubah Pilihan Investasi Pemegang Polis Unitlink

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×