kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.725.000   80.000   3,02%
  • USD/IDR 17.783   -84,00   -0,47%
  • IDX 6.467   73,18   1,14%
  • KOMPAS100 837   11,53   1,40%
  • LQ45 635   7,45   1,19%
  • ISSI 227   2,71   1,21%
  • IDX30 354   3,12   0,89%
  • IDXHIDIV20 430   2,66   0,62%
  • IDX80 95   1,27   1,35%
  • IDXV30 120   0,44   0,37%
  • IDXQ30 112   0,87   0,78%

DPLK Muamalat Mulai Masuk ETF Emas


Kamis, 20 Agustus 2026 / 09:56 WIB
DPLK Muamalat Mulai Masuk ETF Emas
ILUSTRASI. Bank Muamalat (Dok/Bank Muamalat)


Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) Syariah Muamalat mulai menambah eksposur emas dalam portofolio investasinya melalui instrumen exchange-traded fund (ETF). Langkah ini menjadi bagian dari strategi diversifikasi investasi untuk mengelola dana pensiun peserta.

Executive Director DPLK Syariah Muamalat Aznovri Kurniawan mengatakan, hingga Juli 2026, tiga paket investasi yang dikelola secara syariah mencatatkan kinerja positif. Paket C yang berisi instrumen pasar uang, reksa dana, dan saham syariah mencatat imbal hasil tahunan tertinggi sebesar 16,77%.

Sementara itu, Paket A yang berinvestasi pada instrumen pasar uang syariah membukukan imbal hasil 6,24%. Adapun Paket B yang merupakan kombinasi pasar uang dan pendapatan tetap syariah mencatatkan imbal hasil 5,56% dalam setahun terakhir.

Dalam strategi diversifikasi tersebut, DPLK Syariah Muamalat tercatat sebagai investor pertama pada Reksa Dana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia (XGLD). Instrumen yang diterbitkan PT Indo Premier Investment Management tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Agustus 2026.

Aznovri mengatakan, investasi pada ETF berbasis emas tersebut terutama menjadi bagian dari strategi investasi Paket C yang memiliki profil risiko relatif tinggi. Menurut dia, penempatan pada emas dapat menjadi salah satu alternatif diversifikasi portofolio, sekaligus tetap memperhatikan prinsip syariah dan manajemen risiko.

"Kami berkomitmen terus menerapkan strategi investasi yang aman, transparan, dan sesuai prinsip-prinsip syariat Islam," ujar Aznovri dalam siaran pers, Kamis (20/8).

Di sisi lain, pertumbuhan pengelolaan dana pensiun juga terlihat dari jumlah perusahaan yang menjadi peserta DPLK Syariah Muamalat. Hingga Juli 2026, sebanyak 971 perusahaan telah bekerja sama, bertambah 87 perusahaan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jumlah peserta individu juga telah melampaui 125.000 orang per Juli 2026. Pertumbuhan kepesertaan tersebut turut mendorong nilai aset DPLK Syariah Muamalat mencapai sekitar Rp 2 triliun, atau tumbuh 12% secara tahunan.

Direktur PT Bank Muamalat Indonesia Tbk Ricky Rikardo Mulyadi mengatakan, peningkatan kinerja DPLK Syariah Muamalat turut menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan dana pensiun berbasis syariah.

Menurut dia, akses layanan DPLK Syariah Muamalat kini tersedia melalui jaringan kantor Bank Muamalat. Peserta juga dapat memantau saldo dan riwayat transaksi serta membuka rekening DPLK melalui layanan digital yang disediakan perseroan.

Pertumbuhan peserta dan aset tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap instrumen persiapan pensiun berbasis syariah masih memiliki ruang untuk berkembang. Namun, dengan semakin beragamnya instrumen investasi, pengelola dana pensiun tetap perlu menyesuaikan alokasi aset dengan profil risiko dan tujuan investasi masing-masing paket.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×