kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.017   17,00   0,10%
  • IDX 7.125   -59,35   -0,83%
  • KOMPAS100 986   -7,34   -0,74%
  • LQ45 723   -3,71   -0,51%
  • ISSI 254   -2,73   -1,06%
  • IDX30 392   -0,92   -0,23%
  • IDXHIDIV20 488   0,68   0,14%
  • IDX80 111   -0,65   -0,58%
  • IDXV30 135   0,40   0,30%
  • IDXQ30 128   -0,30   -0,23%

Ekspansi ke luar negeri, Doku tetap incar pertumbuhan 30%


Selasa, 03 April 2018 / 20:44 WIB
ILUSTRASI. Pembayaran Elektronik DOKU


Reporter: Ferrika Sari | Editor: Johana K.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aplikasi pembayaran elektronik yaitu DOKU melakukan ekspansi bisnis ke sejumlah negara di Asia, yakni Hongkong, Taiwan, Malaysia, dan Singapura. Di negara tersebut, DOKU membidik para buruh migran yang membutuhkan saluran payment gateway untuk mengirimkan uang ke kampung halaman.

Dari empat negara ini, Hongkong sudah lebih dulu jalan sekitar dua tahun lalu. DOKU kemudian menjalin kemitraan dengan perusahaan pengembang sistem pembayaran di negara tersebut. “Kalau di Hongkong kami bekerjasama dengan patner lokal yaitu perusahaan pengembang,” kata Anistasya Kristina VC Public Relations DOKU di Jakarta, Selasa (3/4).

Sementara untuk tiga negara lainnya, menurut dia, masih tahap mencari mitra dari negara asal serta menunggu izin dari Bank Indonesia. “Kita sudah tentukan tapi sedang mencari patner, kalau di Indonesia ada beberapa yang pending karena mesti izin ke BI baru membuat program,” jelas dia.

Meski merencanakan ekspansi ke beberapa negara, DOKU masih mempertahankan target pertumbuhan sebesar 30% pada 2018 ini. Sepanjang 2017 lalu, DOKU bertumbuh 30%. "Kami target 30% per tahun, mudah-mudahan bisa tercapai diatas itu," kata Anistasya Kristina VC Public Relations DOKU.

Selain ekspansi, untuk mencapai target tersebut, DOKU bakal menggandeng kerjasama dengan banyak pihak, termasuk perbankan. Saat ini, telah bermitra dengan 35.000 unit merchant. Sementara jumlah pengguna DOKU hingga Januari 2018 hampir mencapai dua juta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×