kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Hengky Djojosantoso: Emas Belum Masuk Radar Investasi Ciputra Life


Rabu, 01 April 2026 / 21:45 WIB
Hengky Djojosantoso: Emas Belum Masuk Radar Investasi Ciputra Life
ILUSTRASI. Ciputra Life (Dok/Ciputra Life)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) belum berencana menambah porsi investasi pada instrumen emas, meskipun minat terhadap aset ini tengah meningkat di industri asuransi.

Direktur Utama Ciputra Life Hengky Djojosantoso menyampaikan bahwa pengelolaan investasi perusahaan tetap difokuskan pada kesesuaian dengan profil kewajiban kepada pemegang polis, baik dalam jangka pendek, menengah, maupun panjang.

Baca Juga: Laba SeaBank Naik 79%, Ini Strategi Bisnisnya

“Untuk saat ini, kami belum memiliki rencana melakukan penempatan pada instrumen emas, dengan mempertimbangkan berbagai faktor serta kesesuaian dengan profil kewajiban kami,” ujar Hengky kepada Kontan.co.id, Selasa (31/3/2026).

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hingga Januari 2026, porsi investasi emas di asuransi komersial masih sangat kecil, yakni sekitar Rp 3,4 miliar atau setara 0,0005% dari total investasi.

Hingga akhir 2025, portofolio investasi Ciputra Life masih didominasi oleh instrumen pendapatan tetap, khususnya obligasi pemerintah dan obligasi korporasi.

Total investasi perusahaan tercatat sebesar Rp 1,06 triliun, tumbuh 30% dibanding posisi akhir 2024.

Sejalan dengan itu, hasil investasi juga meningkat 70% secara tahunan menjadi Rp 66,2 miliar.

Hengky menambahkan, strategi investasi perusahaan akan terus disesuaikan dengan karakteristik produk dan kewajiban kepada pemegang polis.

Baca Juga: Jamkrida Kaltim Proyeksikan Bisnis Penjaminan Tahun Ini Masih Diselimuti Tantangan

Menurutnya, kebutuhan investasi pada instrumen emas umumnya lebih relevan bagi perusahaan yang memiliki produk asuransi berbasis investasi (PAYDI) dengan pilihan terkait emas.

“Namun bagi kami, saat ini belum melihat adanya kebutuhan untuk melakukan investasi pada instrumen emas dalam rangka memenuhi kewajiban kepada pemegang polis,” jelas Hengky.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×