kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Era digital banking harus diimbangi cyber security


Senin, 11 Desember 2017 / 22:09 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Rizki Caturini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Seiring dengan tren digital banking yang merekah beberapa tahun terakhir, membuat bank harus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman fraud. Jika tidak dipersiapkan dengan baik akan menimbulkan risiko yang cukup serius terkait nasabah.

Ahmad Siddik Badruddin, Direktur Risk Management and Compliance Bank Mandiri bilang, pada tahun depan seiring meningkatnya transaksi digital banking maka tantangan cybercrime akan semakin membesar.

"Fraud dan mafia internet akan menjadi salah satu risiko di sektor digital banking," kata Siddik Kamis (7/12).

Berdasarkan data OJK, selain tren transaksi digital banking yang terus meningkat, jumlah pelaku bisnis financial technology (Fintech) juga mengalami kenaikan yang tidak sedikit. Menurut Siddik, bank harus meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan sistem untuk melindungi nasabah ke depan terkait risiko ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×