Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Fintech peer to peer (P2P) lending PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) memproyeksikan kinerja pembiayaan masih memiliki peluang untuk bertumbuh ke depannya.
Direktur Utama Samir Handy Juniandri menyebut hal itu dipicu tingginya kebutuhan pembiayaan yang cepat dan inklusif, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang belum sepenuhnya terjangkau layanan keuangan konvensional.
"Hal itu menjadi peluang, sekaligus tanggung jawab bagi Samir untuk mempermudah akses pembiayaan bagi kemajuan ekonomi masyarakat dan para UMKM di Indonesia," ujarnya kepada Kontan, Senin (15/6/2026).
Meski jadi peluang, Handy menyampaikan Samir akan terus mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam menyalurkan pembiayaan. Ditambah, selalu mengedepankan perlindungan terhadap konsumen melalui transparansi, edukasi finansial, dan praktik penagihan yang beretika.
Baca Juga: Fintech Samir Beberkan Sejumlah Faktor yang Berpotensi Meningkatkan Kredit Macet
Dengan pendekatan tersebut, dia menyebut pinjaman daring tidak hanya tumbuh secara bisnis, tetapi juga berkontribusi sehat dalam mendukung keberlanjutan UMKM di Indonesia.
Secara portofolio penyaluran pembiayaan hingga April 2026, Handy mengatakan pembiayaan Samir didominasi penyaluran ke Pulau Jawa dengan porsi sebesar 69% terhadap total pembiayaan. Sisanya, pembiayaan disalurkan ke luar Pulau Jawa.
"Rasio terbesar luar Pulau Jawa, yaitu berasal dari Pulau Sumatra, kemudian Pulau Sulawesi, Pulau Kalimantan, serta Pulau Bali dan Nusa Tenggara," tuturnya.
Secara total, Handy menerangkan pembiayaan Samir hingga April 2026 tumbuh 50% secara Year on Year (YoY). Sayangnya, dia tak membeberkan nilai yang dibukukan.
Berdasarkan situs resmi perusahaan, angka tingkat risiko kredit macet secara agregat atau TWP90 Samir berada di level 1,81% per 15 Juni 2026.
Baca Juga: Fintech Samir Salurkan Pembiayaan Rp 300 Miliar, Tumbuh 57% pada Awal 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













