kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Fitch: Outlook perbankan Indonesia stabil


Kamis, 15 Maret 2012 / 18:37 WIB
ILUSTRASI. Warga penerima manfaat menunjukkan Kartu Prakerja miliknya usai bertemu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (15/12/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.


Reporter: Astri Kharina Bangun |

JAKARTA. Meski dibayangi penurunan Net Interest Margin (NIM), namun Lembaga Pemeringkat Fitch Ratings menilai outlook sektor perbankan di Indonesia masih stabil. Ini lantaran secara umum kondisi perekonomian Indonesia masih terbilang bagus dengan pertumbuhan di kisaran 6%.

"Profitabilitas berpotensi turun karena NIM semakin turun dan suku bunga semakin rendah seiring tingginya kompetisi. Tetap saja profitabilitas perbankan kita di antara bank-bank ASEAN termasuk paling tinggi," ulas Direktur Fitch Ratings Indonesia untuk sektor Keuangan Julita Wikana, Kamis (15/3).

Ia menuturkan dari segi kualitas aset, industri perbankan Indonesia juga terus membaik. Kredit bermasalah (Non Performing Loan) pun ada di bawah 3%. Selain itu, tingkat provisi perbankan meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, rata-rata provisi perbankan mencapai 150%. Ditambah lagi, bank-bank juga semakin agresif meningkatkan Net Interest Income (NII).

Sementara itu, terkait pertumbuhan perbankan di segi kredit yang berkisar 15%-20% menurut Julita akan membutuhkan dukungan permodalan yang kuat. Ia memperkirakan dalam dua atau tiga tahun ke depan penerbitan obligasi maupun right issue akan banyak dilakukan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×