Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Lembaga pemeringkat global Fitch Ratings masih mengganjar PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) dengan peringkat kredit pada level investment grade yang sama.
Dilansir dari laman resminya, Selasa (21/4/2026), Fitch menegaskan Long-Term Issuer Default Rating (IDR) BRI di level BBB dengan outlook negatif, seturut dengan outlook negatif sovereign Indonesia.
Pada saat yang sama, Fitch Ratings Indonesia juga mempertahankan National Long-Term Rating BRI di level AAA(idn) dengan outlook stabil.
Fitch menyebut rating BRI ditopang ekspektasi kuat adanya dukungan luar biasa dari pemerintah jika dibutuhkan. Itu mempertimbangkan posisi BRI sebagai bank terbesar kedua di Indonesia berdasarkan aset, kepemilikan mayoritas negara, serta peran strategis dalam mendorong inklusi keuangan, terutama di wilayah pedesaan melalui jaringan distribusi yang luas.
Selain faktor dukungan negara, Fitch juga menegaskan Viability Rating (VR) BRI di level bbb-. Profil kredit standalone BRI dinilai kuat berkat posisi pasar yang solid dan dominasi di segmen mikro, yang secara historis menghasilkan profitabilitas dan permodalan tinggi.
Baca Juga: Fitch Pertahankan Rating BNI di BBB, Outlook Negatif Sejalan dengan RI
Namun demikian, Fitch menilai portofolio kredit BRI memiliki risiko lebih tinggi dibanding sejumlah bank besar lain karena fokus pada nasabah mikro dan masyarakat berpendapatan rendah. Segmen ini dinilai lebih rentan terdampak saat siklus ekonomi melemah.
Fitch mencermati rasio kredit bermasalah (NPL) dan loan at risk BRI masih berada di atas rata-rata industri di tengah tantangan pada pembiayaan mikro. Meski begitu, tingginya margin kredit mikro dinilai sebanding dengan risiko yang dihadapi sehingga tetap menopang profitabilitas bank.
Pinjaman terkait program koperasi pemerintah tercatat sekitar 3% dari total portofolio kredit BRI pada akhir 2025. Fitch menilai risiko dari fasilitas tersebut sebagian tertopang dukungan kredit pemerintah pusat. Namun peningkatan signifikan tanpa mitigasi memadai dikhawatirkan bisa menekan profil risiko maupun kualitas aset.
Dari sisi laba, Fitch memperkirakan profitabilitas BRI tetap stabil ke depan, didukung imbal hasil tinggi dari segmen mikro serta mulai menurunnya biaya kredit, meskipun masih lebih tinggi dibanding bank lain.
Baca Juga: Fitch Pertahankan Rating Bank Mandiri (BMRI) di BBB, Outlook Negatif
Untuk permodalan, rasio common equity tier 1 (CET1) BRI turun menjadi 22,4% pada akhir Desember 2025 dari 25,5% pada tahun sebelumnya. Meski menurun, level tersebut masih lebih tinggi dibanding bank-bank BUMN lain.
Fitch memperkirakan BRI bakal tetap membagikan dividen tinggi dalam dua tahun ke depan sebagai bentuk pengembalian modal kepada pemegang saham. Namun penurunan CET1 dinilai akan berlangsung secara terukur karena kemampuan pembentukan modal internal masih kuat.
Dari sisi pendanaan, loan to deposit ratio BRI terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, antara lain dipengaruhi kontribusi dua anak usaha besar non-penghimpun dana. Meski begitu, profil pendanaan tetap kuat berkat kedekatan dengan pemerintah dan perannya sebagai penyalur kebijakan negara.
Fitch mencatat liquidity coverage ratio BRI mencapai 137% dan net stable funding ratio sebesar 118% pada akhir 2025, yang mencerminkan posisi likuiditas stabil.
Ke depan, penurunan rating sovereign Indonesia dapat memicu penurunan rating BRI. Sebaliknya, outlook BRI berpotensi kembali stabil apabila outlook sovereign Indonesia direvisi menjadi stabil.
Baca Juga: Fitch Pangkas Outlook Bank BUMN, OJK Pastikan Fundamental Tetap Solid
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













