kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Genjot penyaluran kredit pensiunan, ini strategi sejumlah bank


Jumat, 25 Oktober 2019 / 18:13 WIB
Genjot penyaluran kredit pensiunan, ini strategi sejumlah bank
ILUSTRASI. Petugas melayani nasabah BNI Life Jakarta, Kamis (24/10). PT BNI Life Insurance menargetkan laba bersih hingga Rp 400 miliar pada tahun 2019.

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Para pensiunan masih jadi pasar yang menjanjikan bagi sejumlah bank dalam memacu penyaluran kredit. Oleh karena itu, sejumlah strategi terus disiapkan untuk mendorong pertumbuhan segmen bisnis ini.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) misalnya melihat prospek kredit pensiunan masih sangat baik terutama untuk pensiunan aparatur sipil negara (ASN), TNI/Polri dan pegawai BUMN yang memiliki payroll lewat BNI. 

General Manager Product Management Division BNI Donny Bima Herjuno mengatakan, pihaknya akan fokus menyasar calon pensiunan (pra purna) serta mengoptimalkan kerjasama dengan Taspen, Asabri, Dapen BUMN, dan institusi BUMN/BUMD untuk mendorong pertumbuhan kredit pensiun.

"Kami juga mengembangkan layanan digital yang mampu memperluas coverage layanan serta kecepatan proses kredit pensiun di BNI."kata Donny pada Kontan.co.id, Jumat (25/10).

Tahun ini, BNI menargetkan kredit pensiun tumbuh 30%. Per September 2019, portofolio BNI Fleksi Pensiun (BFP) telah mendekati Rp 3 triliun. Namun, porsinya masih kecil jika dibanding dengan total kredit konsumer perseroan. Kontribusinya baru di bawah 5%. 

Donny bilang hingga kuartal III pertumbuhan kredit BFP masih relatif stabil. Hanya saja, dia optimistis hingga ujung tahun pertumbuhannya akan lebih tinggi dengan mengoptimalkan kerjasama dengan Taspen, Asabri dan Dapen BUMN.




TERBARU

Close [X]
×