Reporter: Ade Priyatin | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Surya Fajar Sekuritas melakukan penyesuaian target pertumbuhan investor pada 2026 seiring dengan meningkatnya ketidakpastian pasar akibat dinamika geopolitik global.
Sebelumnya Presiden Direktur Surya Fajar Sekuritas, Steffen Fang mengungkapkan target pertumbuhan investor sebesar 10% hingga 15% pada 2026, seiring sejumlah kebijakan dari Self-Regulatory Organization (SRO) yang dinilai dapat mendorong pertumbuhan investor ritel.
Namun, melihat kondisi pasar saat ini, target tersebut dinilai perlu disesuaikan. Ia mengatakan proyeksi pertumbuhan investor kemungkinan berada di kisaran 5%-7%.
Baca Juga: Zurich Asuransi Indonesia Proyeksikan Premi Travel dan Kendaraan Naik Jelang Lebaran
“Kami rasa perlu ada penyesuaian, bisa 5-7% sudah bagus untuk saat ini,” ujarnya kepada Kontan, Selasa (10/3/26).
Menurutnya, situasi geopolitik global terutama konflik antara Iran dengan Amerika Serikat turut memengaruhi kinerja perusahaan maupun aktivitas pasar. Salah satu dampak yang perlu dicermati perusahaan saat ini adalah potensi meningkatnya inflasi yang dapat menekan kinerja korporasi.
Di sisi lain, ia juga mencermati transaksi saham ikut mengalami penurunan karena kondisi pasar yang belum kondusif seiring dengan ketidakpastian pasar ke depannya.
Kendati demikian, Steffen menegaskan bahwa perusahaan akan menerapkan sejumlah strategi untuk menjaga kinerja bisnis agar tetap baik.
Beberapa di antaranya adalah melakukan efisiensi serta memprioritaskan proyek-proyek yang memiliki risiko lebih terkelola.
Lebih lanjut, Steffan menilai saat ini arah masih sangat bergantung pada perkembangan situasi geopolitik global serta kebijakan yang akan ditempuh pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













