kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.869   26,00   0,15%
  • IDX 8.219   -46,79   -0,57%
  • KOMPAS100 1.159   -9,20   -0,79%
  • LQ45 830   -8,91   -1,06%
  • ISSI 295   -1,13   -0,38%
  • IDX30 433   -3,16   -0,73%
  • IDXHIDIV20 517   -3,83   -0,74%
  • IDX80 129   -1,09   -0,83%
  • IDXV30 143   -0,18   -0,13%
  • IDXQ30 140   -1,43   -1,02%

Hasil investasi AIA Financial melejit 318% tahun lalu


Rabu, 04 Mei 2011 / 13:26 WIB
Hasil investasi AIA Financial melejit 318% tahun lalu
ILUSTRASI. Asteroid 2002 PZ39


Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Strategi penempatan dana kelolaan PT AIA Financial patut diacungi jempol. Soalnya, sepanjang 2010 lalu, hasil investasi perusahaan asuransi jiwa kelas kakap ini melambung hingga 318% menjadi Rp 3,48 triliun dari pencapain tahun sebelumnya sebesar Rp 832,98 miliar.

Menurut Presiden Direktur AIA Financial Peter J Crewe, pertumbuhan hasil investasi ditopang oleh peningkatan dana kelolaan perusahaan yang tahun lalu tembus Rp 20,11 triliun. “Dengan penempatan dana di keranjang saham 50%, obligasi 40%, dan sisanya di instrumen pasar uang dan deposito,” ujar dia.

Faktor lain, yakni pendapatan premi baru perseroan naik 35,34% menjadi sebesar Rp 1,05 triliun dari tahun sebelumnya. Meskipun, secara keseluruhan, total pendapatan premi AIA Financial tercatat hanya naik tipis 7,96% dari Rp 3,244 triliun pada 2009 menjadi Rp 3,502 triliun pada tahun berikutnya.

Produk asuransi unitlink berkontribusi 80% dari total bisnis perseroan. Sedangkan, 20% lainnya merupakan produk asuransi tradisional dan asuransi jiwa kumpulan. Berdasarkan jalur distribusi, pemasaran yang menyumbang penjualan terbesar adalah bancassurance sebanyak 50%, keagenan 40%, dan direct marketing serta corporate solution 10%.

Kinerja yang kinclong ini juga ditandai dengan perolehan laba yang dikantongi perseroan, yakni sebesar Rp 418,82 miliar. Angka itu tumbuh 12,09% dibandingkan realisasi 2009 lalu yang hanya berkisar Rp 373 miliar. “Dengan tingkat risk based capital mencapai 515% dari sebelumnya 379%,” imbuh Peter.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×