Reporter: Tim KONTAN | Editor: Ridwal Prima Gozal
KONTAN.CO.ID - Gempuran tren media sosial, tingginya tingkat Fear of Missing Out (FOMO), dan kemudahan transaksi digital seringkali menjadi tantangan terbesar dalam menjaga kesehatan finansial. Tanpa perencanaan dan pengendalian diri, alokasi dana yang seharusnya ditabung atau diinvestasikan bisa habis untuk pengeluaran gaya hidup.
Di sisi lain, self-reward juga penting untuk menjaga keseimbangan hidup dan kesehatan mental. Lalu, bagaimana cara tetap menikmati gaya hidup tanpa mengorbankan kondisi keuangan dan rencana masa depan?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam acara ShopeePay Goes to UI bertajuk “FOMO vs Financial Freedom” yang digelar pada 15 September 2026 di Universitas Indonesia. Kegiatan ini diikuti lebih dari 300 mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI).
Dalam diskusi tersebut,President Director ShopeePay Indonesia Eka Nilam Dari (Lala), Principal Consultant & CEO Zapfinance Prita Ghozie, dan Career & Finance Content Creator Samuel Ray mengajak mahasiswa memahami pentingnya mengambil keputusan finansial secara bijak di tengah dinamika gaya hidup digital.
Melalui perspektif industri, perencanaan keuangan, dan pengalaman sehari-hari, para pembicara membahas bagaimana kebiasaan kecil dalam mengelola uang dapat memengaruhi kesehatan finansial dalam jangka panjang.
Lantas, apa saja langkah yang bisa diterapkan untuk menikmati gaya hidup sekaligus menjaga keuangan tetap sehat? Berikut beberapa hal yang dapat mulai dilakukan.
1.Kenali ke mana uangmu pergi
Sebelum menyusun berbagai target finansial, coba mulai dengan satu hal sederhana: cek kembali pengeluaran.
Dengan memahami pola transaksi, kita dapat melihat kategori pengeluaran terbesar, kebiasaan yang mungkin tidak disadari, hingga pengeluaran yang sebenarnya bisa dikurangi.
Tidak harus selalu menggunakan pencatatan yang rumit. Pengguna ShopeePay, misalnya, dapat memanfaatkan fitur My Finance untuk melihat riwayat transaksi dan tren pengeluaran secara lebih praktis.
Yang terpenting bukan hanya mencatat, tetapi memahami apa yang bisa dipelajari dari pola tersebut.
2.Bedakan antara “mau” dan “butuh”
Diskon, tren terbaru, atau ajakan teman memang bisa membuat sesuatu terasa harus dimiliki saat itu juga. Sebelum bertransaksi, coba beri sedikit waktu untuk bertanya pada diri sendiri: Apakah aku memang membutuhkan ini, atau hanya takut ketinggalan?
Bukan berarti semua keinginan harus dihindari. Menikmati hasil kerja dan memiliki budget untuk hiburan tetap menjadi bagian dari pengelolaan keuangan.
Kuncinya adalah memastikan keputusan tersebut dilakukan secara sadar dan sesuai dengan kemampuan finansial.
3.Tetapkan budget sebelum mulai belanja
Salah satu cara sederhana untuk menjaga pengeluaran adalah menentukan batasnya terlebih dahulu.
Buat alokasi untuk kebutuhan rutin, tabungan, kebutuhan masa depan, serta pengeluaran untuk hiburan atau self-reward. Dengan begitu, keputusan untuk membeli sesuatu tidak hanya didasarkan pada apakah saldo masih tersedia, tetapi juga apakah pengeluaran tersebut masih sesuai dengan rencana keuangan.
Budget juga tidak harus selalu sama setiap bulan. Evaluasi secara berkala dan sesuaikan dengan kondisi serta prioritas yang sedang dijalani.
4.Kontrol diri tetap jadi kunci
Teknologi dapat membantu kita melakukan banyak hal dengan lebih mudah, termasuk dalam mengelola transaksi. Namun pada akhirnya, keputusan tetap berada di tangan kita.
Dalam sesi ShopeePay Goes to UI, Lala mengingatkan bahwa salah satu kunci dalam membangun kebiasaan finansial yang lebih sehat adalah kontrol diri.
Kemudahan transaksi perlu diimbangi dengan kemampuan untuk berhenti sejenak, mempertimbangkan kebutuhan dan kemampuan, serta memahami konsekuensi dari setiap keputusan finansial.
Financial freedom dimulai dari kebiasaan kecil
Financial freedom tidak harus selalu dimaknai sebagai memiliki uang dalam jumlah besar. Perjalanannya dapat dimulai dari kemampuan memahami kondisi keuangan sendiri dan mengambil keputusan secara lebih sadar.
Mengecek pengeluaran, membuat budget, membedakan kebutuhan dan keinginan, hingga belajar mengatakan “nanti dulu” ketika sesuatu belum menjadi prioritas merupakan kebiasaan sederhana yang dapat dibangun sejak dini.
Melalui ShopeePay Goes to UI, ShopeePay turut mendorong generasi muda untuk semakin terbuka membicarakan keuangan dan membangun kebiasaan finansial yang lebih bijak di tengah perkembangan transaksi digital.
Dengan literasi keuangan yang baik, generasi muda akan mampu memegang kendali penuh atas keputusan finansial yang dilakukannya. Di tangan generasi muda yang melek finansial, kemudahan transaksi digital bukanlah ancaman bagi pengelolaan keuangan, melainkan alat bantu yang efektif dalam mencapai kebebasan finansial.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














