kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.595.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 17.905   -83,00   -0,46%
  • IDX 6.132   10,38   0,17%
  • KOMPAS100 795   2,00   0,25%
  • LQ45 608   0,26   0,04%
  • ISSI 213   1,28   0,61%
  • IDX30 337   -0,36   -0,11%
  • IDXHIDIV20 429   1,92   0,45%
  • IDX80 91   0,22   0,24%
  • IDXV30 116   0,99   0,86%
  • IDXQ30 110   0,25   0,22%

Ini strategi BNI jaga kualitas kredit konstruksi


Rabu, 12 April 2017 / 20:40 WIB


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Bank Negara Indonesia Tbk (Bank BNI) mencatatkan realisasi rasio kredit bermasalah (NPL) sektor konstruksi yang cukup bagus pada kuartal 1 2017.

Tercatat NPL konstruksi BNI tiga bulan pertama 2017 sebesar 1,5% atau turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3%.

Salah satu faktor penyebab rendahnya NPL sektor konstruksi ini adalah penyaluran kredit di sektor ini yang cukup kencang pada awal tahun. Tercatat realisasi penyaluran kredit konstruksi BNI sebesar Rp 12,09 triliun atau naik 101% secara tahunan atau year on year (yoy).

Bob T Ananta, Direktur Perencanaan dan Operasional BNI mengatakan untuk menjaga kualitas kredit, bank berupaya selektif dalam melakukan penyaluran kredit.

"Langkah yang diambil BNI untuk mengelola risiko adalah dengan melakukan restrukturisasi kredit," ujar Bob dalam keterangan tertulis, Rabu (12/4).

BNI juga selektif dalam memilih debitur apalagi yang mempunyai risiko kredit tinggi. Sebagai gambaran saja, sampai kuartal 1 2017, ratio kredit yang direstrukturisasi terhadap total kredit menurun dari 8,0% pada akhir tahun 2016 menjadi 7,8% pada kuartal I 2017.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×