kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Ini strategi BPJS Ketenagakerjaan jaga likuiditas


Selasa, 17 Mei 2016 / 21:00 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) memiliki trik khusus untuk menjaga likuiditas. Pihaknya bertanggung jawab mengatur arus kas sehingga dapat membayarkan klaim pencairan jaminan hari tua.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, pencairan jaminan hari tua (JHT) selama periode Januari 2016 hingga April 2016 sebesar Rp 6,2 triliun. Demi menjaga likuiditas dengan tetap mempertahankan return investasi yang optimal, BPJS mengelola dana dengan memperhatikan regulasi yang berlaku.

Saat ini, BPJS mengacu pada Peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah nomor 55 tahun 2015 dan kesesuaian aset dan liabilitas dana jaminan sosial (Asset & Liabilities Matching/ALM).

"Dengan ALM tersebut, kami berharap pemenuhan kewajiban kepada peserta tetap dapat dilakukan, dengan target return investasi yang terkelola dengan baik," ungkap Agus kepada KONTAN.

Hingga akhir tahun, BPJS memprediksi klaim JHT mencapai Rp 22 triliun. Sejauh ini, jumlah iuran JHT yang diterima BPJS masih lebih mencukupi untuk pemenuhan kebutuhan klaim JHT, sehingga tidak ada kendala likuiditas yang dihadapi BPJS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×