kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Investor Asing Borong Saham Bank Besar, BBCA hingga BMRI Pimpin Penguatan


Sabtu, 18 Juli 2026 / 08:56 WIB
Investor Asing Borong Saham Bank Besar, BBCA hingga BMRI Pimpin Penguatan
ILUSTRASI. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat (17/7), seiring derasnya aliran dana investor asing. ATM BCA (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Aura Putri | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Saham-saham perbankan berkapitalisasi besar ditutup menguat signifikan pada perdagangan Jumat (17/7), seiring derasnya aliran dana investor asing ke sektor perbankan.

Kenaikan ini mencerminkan membaiknya sentimen pasar yang didukung ekspektasi kebijakan moneter global yang lebih kondusif.

Penguatan dipimpin oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang naik 4,02% ke level Rp 6.475 per saham.

Selanjutnya, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) menguat 3,94% menjadi Rp 4.480 per saham, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) meningkat 3,85%, dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 2,29%.

Baca Juga: Investor Lokal Tadah Saham Bank Besar Saat Asing Keluar, Cek Rekomendasi Analis

Sejalan dengan kenaikan harga saham, investor asing tercatat melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 698,29 miliar pada saham BBCA, Rp 374,84 miliar pada BMRI, serta Rp 267,6 miliar pada BBRI.

Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menilai penguatan saham-saham perbankan lebih dipengaruhi oleh perbaikan sentimen pasar dan masuknya arus dana asing dibandingkan adanya informasi atau aksi korporasi tertentu dari masing-masing emiten.

 

"Penguatan saham perbankan didorong oleh aksi beli bersih investor asing, ekspektasi suku bunga The Fed yang tidak lebih agresif, serta fundamental industri perbankan yang tetap kuat," ujar Nafan.

Ia menjelaskan, data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis belakangan memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS (The Fed) tidak akan mengambil kebijakan suku bunga yang lebih ketat dari perkiraan pasar.

Baca Juga: Investor Individu Lokal Terus Menampung Saham Bank Besar

Kondisi tersebut meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko di negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dengan kombinasi arus dana asing yang kembali masuk, prospek suku bunga global yang lebih bersahabat, serta fundamental perbankan domestik yang masih solid, saham-saham bank besar menjadi salah satu penopang utama penguatan pasar pada akhir pekan lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×