kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Investasi Asuransi Jiwa Banyak Masuk Obligasi, Ini Kata Analis


Selasa, 17 Januari 2023 / 20:07 WIB
ILUSTRASI. Industri asuransi jiwa berencana bakal banyak menempatkan dana kelolaannya di aset pendapatan tetap.


Reporter: Adrianus Octaviano, Adrianus Octaviano | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri asuransi jiwa berencana bakal banyak menempatkan dana kelolaannya di aset pendapatan tetap, dalam hal ini termasuk Surat Berharga Negara (SBN), sebagai bagian dari strategi investasi tahun ini.

Menanggapi rencana tersebut, Research & Consulting Manager Infovesta Utama Nicodimus Kristiantoro mengungkapkan bahwa industri asuransi memang yang selama ini menjaga stabilitas pasar obligasi.

Di tahun 2022 saja, Nico menyebut industri asuransi digabung dengan dana pensiun menambah kepemilikan SBN sebesar Rp 218 triliun. 

Baca Juga: Siasat Investasi Industri Asuransi Jiwa di 2023, SBN Jadi Pilihan

“Ini menjadi kedua terbesar setelah Bank Indonesia yang membeli sebesar Rp 219 triliun,” ujarnya kepada KONTAN, Selasa (17/1).

Menurutnya, jika perusahaan asuransi yang bakal lebih banyak masuk ke pasar obligasi berarti akan semakin banyak partisipasi oleh investor domestik. Hal itu dinilai dapat menjaga pergerakan pasar obligasi dari volatilitas akibat aksi keluar masuk yang dilakukan investor asing.

“Semakin banyak asuransi yang masuk dan membeli instrumen obligasi akan mendorong kenaikan harga seri-seri obligasi yang beredar di pasar dan likuiditas akan semakin bertambah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Nico melihat banyak yang menginvestasikan di SBN karena risikonya yang rendah. Mengingat, investasi di asuransi tergolong harus dalam level aman.

Meski demikian, tak menutup kemungkinan beberapa perusahaan asuransi mencari return lebih besar dengan menambah kepemilikan obligasi korporasi.  

“Bisa di mixed juga dengan corporate bond dengan rating-rating yang tinggi agar tetap terhindar dari potensi risiko gagal bayar perusahaan penerbit obligasi,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×