kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.564.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.002   -55,00   -0,30%
  • IDX 5.279   282,28   5,65%
  • KOMPAS100 680   48,89   7,75%
  • LQ45 530   41,89   8,58%
  • ISSI 180   7,15   4,15%
  • IDX30 298   24,37   8,92%
  • IDXHIDIV20 389   32,13   9,00%
  • IDX80 78   5,77   7,97%
  • IDXV30 108   7,16   7,11%
  • IDXQ30 98   8,45   9,41%

Jamkrida Sumbar Siapkan Strategi Jaga Kinerja di Tengah Perlambatan Kredit BPD


Selasa, 20 Oktober 2026 / 16:14 WIB
Jamkrida Sumbar Siapkan Strategi Jaga Kinerja di Tengah Perlambatan Kredit BPD
ILUSTRASI. Jamkrida, Jamkrida Sumbar (NULL/STF)


Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Di tengah pertumbuhan kredit perbankan nasional yang masih menunjukkan tren pertumbuhan, sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) justru menunjukkan tren kebalikannya.

Sebagai gambaran, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kredit perbankan nasional tumbuh 13,65% year on year (YoY) menjadi Rp 9,17 triliun per Agustus 2026. 

Namun, tren itu belum sepenuhnya terlihat pada kinerja BPD. Salah satunya adalah PT Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat atau Bank Nagari yang mencatat total pembiayaan turun 0,22% YoY menjadi Rp 25,34 triliun per Agustus.

Dengan kondisi ini, perusahaan penjaminan asal Sumatra Barat yaitu PT Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Sumatera Barat (Perseroda) atau PT Jamkrida Sumbar mengungkapkan perlambatan penyaluran kredit BPD berdampak langsung terhadap industri penjaminan.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Waspadai Perlambatan Kredit, Jaga Kualitas Penjaminan Konsumtif

Direktur Utama PT Jamkrida Sumbar (Perseroda), Ibnu Fadhli mengatakan terdapat tiga variabel yang menentukan dampak perlambatan kredit terhadap bisnis penjaminan, yakni komposisi jenis kredit, profil risiko debitur, serta tingkat pemanfaatan fasilitas penjaminan dalam portofolio kredit perbankan.

Namun, kondisi ini dipandang sebagai tantangan sekaligus peluang bagi perusahaan untuk memperkuat sinergi dengan Bank Nagari maupun mitra strategis lainnya.

"Melalui kolaborasi yang lebih erat, kami terus mendorong peningkatan akses pembiayaan sektor produktif, khususnya bagi pelaku UMKM, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian demi menjaga kualitas portofolio yang sehat," ujarnya kepada Kontan, Senin (19/10/2026).

Selain itu, perlambatan kredit BPD juga dapat menahan pertumbuhan volume penjaminan, terutama apabila terjadi pada segmen kredit yang menjadi kontributor utama bisnis perusahaan. Namun, pertumbuhan kredit dan volume penjaminan tidak selalu bergerak secara linear karena ada faktor lain yang memengaruhi seperti tingkat cakupan penjaminan, komposisi produk yang dijamin, serta realisasi bisnis dari masing-masing mitra penyalur kredit.

Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Jamkrida Sumbar mempercepat diversifikasi portofolio penjaminan dan memperluas kerja sama dengan lembaga keuangan lainnya.

Perusahaan juga berupaya mengoptimalkan penjaminan pada sektor produktif agar pertumbuhan bisnis tidak terlalu bergantung pada satu segmen maupun mitra usaha.

Baca Juga: Jamkrida Sumbar Catatkan Aset Senilai Rp 466 Miliar pada Agustus 2026

Di sisi lain, dari segi portofolio, perusahaan terus meningkatkan porsi penjaminan pada kredit UMKM dan kredit produktif lainnya serta mengurangi porsi penjaminan kredit konsumtif.

Ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan portofolio sekaligus mengendalikan kualitas penjaminan dan rasio gearing perusahaan.

Strategi ini terbukti dengan meningkatnya kinerja penjaminan produktif perusahaan yang tumbuh sebesar 29,76% dengan nilai mencapai Rp 1,2 triliun per Agustus 2026. Selain itu, aset Jamkrida Sumbar pada periode ini tercatat sebesar Rp 466 miliar.

Ke depan, Jamkrida Sumbar masih melihat peluang pertumbuhan melalui penguatan kolaborasi dengan mitra penyalur kredit, peningkatan penetrasi pada segmen potensial yang belum tergarap optimal, serta pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Meski demikian, perusahaan akan mengevaluasi target volume penjaminan secara berkala agar tetap sejalan dengan realisasi kinerja.

Dalam menjaga kesehatan keuangan hingga akhir 2026, Jamkrida Sumbar berupaya menyeimbangkan pertumbuhan bisnis dengan pengelolaan risiko. Sejumlah langkah yang dilakukan meliputi pengendalian rasio klaim, optimalisasi pemulihan klaim melalui subrogasi, serta pengelolaan likuiditas dan pencadangan yang memadai.

Ibnu menegaskan, fokus perusahaan bukan semata-mata mengejar pertumbuhan volume penjaminan, melainkan memastikan pertumbuhan tersebut tetap berkualitas dan memberikan nilai tambah dalam jangka panjang.

"Kami optimistis, strategi ini mampu menjaga kesehatan keuangan Jamkrida Sumbar sekaligus memperkuat peran nyata kami dalam mendorong roda perekonomian daerah," tutupnya.

Baca Juga: Ini Strategi Jamkrida Sumbar untuk Meningkatkan Kinerja Imbal Jasa Penjaminan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×