kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45793,59   -0,62   -0.08%
  • EMAS1.007.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.22%
  • RD.CAMPURAN 0.09%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.23%

Kembangkan SDM, Asosiasi Fintech Indonesia gandeng Indonesia Banking School


Jumat, 08 Mei 2020 / 14:22 WIB
Kembangkan SDM, Asosiasi Fintech Indonesia gandeng Indonesia Banking School
ILUSTRASI. ilustrasi fintech.

Reporter: Annisa Fadila | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Untuk menyiapkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi masa depan di bidang fintech, Asosiasi Fintech Pendanaan Indonesia (Aftech) bersama program studi Manajemen STIE Indonesia Banking School (IBS) meneken nota kesepahaman dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Penandatanganan MoU tersebut telah dilakukan pada 30 April lalu.

Executive Head of Aftech Partnership Committee yang juga Chief of International Partnership Officer DOKU, Alison Jap mengatakan, pengembangan kapasitas tenaga kerja membutuhkan eskositem pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, asosiasi industri, pengusaha, penyedia teknologi juga lembaga penelitian dan pendidikan.

Baca Juga: Sekitar 68% anggota asosiasi fintech terimbas dampak negatif corona

Ia menambahkan, seluruh sektor pemangku kepentingan perlu memiliki sikap dan kesadaran terhadap tantangan yang dihadapi dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) di masa mendatang.

“Saat ini dibutuhkan penguatan sinergi dan kolaborasi guna mencapai keberhasilan dalam pembangunan SDM. Salah satu bentuk kolaborasi yang dijalin dengan menggandeng IBS,” ujarnya dalam virtual conference, Jumat (8/5).

Sementara itu, Ketua Indonesia Banking School Kusumaningtuti Sandriharmy Soetiono menambahkan, pihaknya menyadari pentingnya peningkatan pemahaman dan ketertarikan mahasiswa terhadap industri fintech. Ia menyebutkan, mahasiswa makin melek dalam merespons perkembangan ekonomi digital.

“IBS sudah memahami adanya penetrasi pertumbuhan yang begitu cepat di fintech, yakni mencapai 567%. Hal ini merupakan peluang yang besar baik dalam bisnis, khususnya untuk meng-handle finansial inklusi yang bisa di jangkau,” ujarnya

Tanpa adanya paduan jasa finansial dengan fintech, kata Kusumaningtuti, maka tentu akan terjadi keterlambatan. "Sehingga hal ini yang harus di penetrasikan kedepan untuk meningkatkan kepemahaman semua pihak, baik secara lembaga, pemerintah maupun otoritas,” katanya.

Baca Juga: Investree telah salurkan total pinjaman Rp 5,48 triliun hingga April 2020

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×