kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

Kenaikan TDL Tak Berimbas ke BI Rate


Sabtu, 19 Juni 2010 / 09:40 WIB


Reporter: Ruisa Khoiriyah | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Bank Indonesia melempar sinyal rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) Juli nanti tidak akan membawa imbas berarti pada tingkat inflasi dan pada kelanjutannya efek pada tingkat suku bunga acuan alias BI rate.

Pjs. Gubernur BI Darmin Nasution menuturkan, dalam hitungannya, imbas kenaikan TDL ia perkirakan hanya akan menyumbang kenaikan inflasi sekitar 0,3%.

"Naiknya TDL, dampak langsung atau tidak langsung pada inflasi paling berkisar 0,3%, jadi kira-kira inflasi sampai akhir tahun nanti sekitar 5,1% atau 5,2% sehingga BI melihat BI rate saat ini masih cukup untuk hadapi inflasi tahun ini," ungkap Darmin di Jakarta, Jumat (18/6).

Ia menjelaskan, perhitungan BI untuk inflasi tahun ini tanpa ada kenaikan administered price seperti TDL dan BBM akan berkisar di angka 4,7% sampai 4,8% saja. Dus, jika imbas kenaikan TDL diperhitungkan hanya 0,3% maka inflasi hanya akan bergerak tak sampai melebihi 5%.

"Jika inflasi memang hanya 5,1% atau 5,2% ya kebijakan moneter (saat ini) masih sesuai baik untuk pengendalian moneter maupun untuk mendukung kegiatan ekonomi kita," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×