kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   6.000   0,23%
  • USD/IDR 17.928   15,00   0,08%
  • IDX 6.119   81,97   1,36%
  • KOMPAS100 788   11,28   1,45%
  • LQ45 603   7,78   1,31%
  • ISSI 213   2,98   1,42%
  • IDX30 336   5,02   1,52%
  • IDXHIDIV20 429   6,53   1,54%
  • IDX80 90   1,23   1,39%
  • IDXV30 116   1,54   1,34%
  • IDXQ30 110   1,55   1,44%

Kredit Bank Digital Tumbuh, Laba Belum Seragam


Senin, 05 Oktober 2026 / 18:35 WIB
Kredit Bank Digital Tumbuh, Laba Belum Seragam
ILUSTRASI. Data OJK menunjukkan kredit industri perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan menjadi Rp 9.178 triliun pada Agustus 2026,(KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Aura Putri | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pertumbuhan kredit perbankan terus menguat hingga Agustus 2026. Data OJK menunjukkan kredit industri perbankan tumbuh 13,65% secara tahunan atau year-on-year (YoY) menjadi Rp 9.178 triliun pada Agustus 2026, naik dari pertumbuhan 13,58% YoY pada Juli 2026.

Pertumbuhan tersebut turut tercermin pada kinerja bank digital yang masih mencatatkan ekspansi kredit tinggi. Namun, laju kredit yang kencang belum selalu berujung pada pertumbuhan laba, seiring tekanan pencadangan dan biaya operasional.

PT Krom Bank Indonesia Tbk mencatat kredit Rp 11,59 triliun per Agustus 2026, tumbuh 50,4% secara tahunan (yoy). Pertumbuhan kredit tersebut turut mendorong pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) naik 73,2% yoy menjadi Rp 1,87 triliun.

Baca Juga: Amartha Waspadai Dampak PHK dan Daya Beli ke Kualitas Pembiayaan, TWP90 Capai 4,74%

Alhasil, laba bersih Krom Bank tumbuh 41,4% yoy menjadi Rp 144,98 miliar. Namun, beban kerugian penurunan nilai aset keuangan juga meningkat menjadi Rp 1,37 triliun dari Rp 764,30 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Presiden Direktur Krom Bank Indonesia Anton Hermawan mengatakan, pertumbuhan kredit terutama berasal dari segmen UMKM, konsumsi produktif, serta ritel.

"Krom Bank optimistis tahun 2026 akan tetap terus tumbuh sampai dengan dua digit secara sehat dan berkelanjutan," kata Anton kepada Kontan, dikutip Senin (5/10/2026).

Sementara itu, PT Allo Bank Indonesia Tbk mencatat kredit tumbuh 32,02% yoy menjadi Rp 9,46 triliun. NII juga tumbuh 14,50% yoy menjadi Rp 1,06 triliun.

Namun, laba bersih Allo Bank justru turun 4,05% yoy menjadi Rp 298,85 miliar. Penurunan laba terjadi di tengah kenaikan beban kerugian penurunan nilai aset keuangan sebesar 70,90% yoy menjadi Rp 394,28 miliar.

Digital Strategy Head Allo Bank Destya D. Pradityo mengatakan, perseroan masih melihat ruang pertumbuhan kredit hingga akhir tahun. Namun, Allo Bank tidak hanya mengejar pertumbuhan kredit.

Baca Juga: Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance Tembus Rp 26,20 Triliun, Tumbuh 34,67%

"Kami lebih fokus memastikan bahwa setiap pertumbuhan kredit memberikan risk-adjusted return yang sehat, menjaga kualitas aset, dan berkontribusi terhadap pendapatan yang sustainable," kata Destya kepada Kontan, dikutip Senin (5/10/2026).

Untuk mengejar pertumbuhan tersebut, Allo Bank akan memperkuat data-driven underwriting dan manajemen risiko, serta mendorong penggunaan produk seperti Allo PayLater dan Instant Cash.

Desty mengatakan akan mencermati perlambatan ekonomi global, fluktuasi harga komoditas, dan isu geopolitik sebagai sentimen yang dapat mempengaruhi pertumbuhan kredit hingga akhir tahun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×