kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.561.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 17.960   33,00   0,18%
  • IDX 5.864   -79,24   -1,33%
  • KOMPAS100 761   -9,05   -1,18%
  • LQ45 590   -4,50   -0,76%
  • ISSI 201   -3,89   -1,90%
  • IDX30 329   -2,36   -0,71%
  • IDXHIDIV20 423   -1,46   -0,34%
  • IDX80 87   -0,86   -0,97%
  • IDXV30 116   -0,59   -0,51%
  • IDXQ30 108   -0,38   -0,35%

Kredit Konsumsi Melambat, Premi Asuransi Jiwa Kredit Terancam Tertekan


Kamis, 15 Oktober 2026 / 19:43 WIB
Kredit Konsumsi Melambat, Premi Asuransi Jiwa Kredit Terancam Tertekan
ILUSTRASI. Pembangunan proyek properti di Bogor, Jawa Barat (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Secillia Hafifah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perlambatan pertumbuhan kredit konsumsi berpotensi menekan kinerja premi asuransi jiwa kredit hingga akhir 2026. 

Pasalnya, produk ini bergantung pada penyaluran kredit baru, terutama kredit kendaraan bermotor dan kredit multiguna.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit konsumsi perbankan tumbuh 5,07% secara tahunan per Agustus 2026, melambat dari 5,38% secara year on year pada bulan sebelumnya.

Baca Juga: Kredit Perbankan Industri Tumbuh, Pembiayaan BPD Justru Menyusut, Ini Penyebabnya

Pengamat Asuransi sekaligus Ketua Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (KUPASI) 2022–2025 Wahyudin Rahman mengatakan, perlambatan kredit konsumsi berpotensi memperlambat pertumbuhan premi asuransi jiwa kredit. 

“Perlambatan kredit konsumsi berpotensi menekan pertumbuhan premi asuransi jiwa kredit, karena produk ini sangat bergantung pada penyaluran kredit baru, khususnya kredit kendaraan bermotor dan kredit multiguna,” ujar Wahyudin kepada Kontan, Kamis (15/10/2026).

“Namun, dampaknya juga dipengaruhi oleh komposisi portofolio dan kerja sama dengan mitra perbankan maupun multifinance,” tambahnya.

Ia menambahkan, pertumbuhan premi bahkan berpotensi turun apabila penyaluran kredit baru mengalami kontraksi. 

Meski begitu, peluang masih terbuka melalui perpanjangan pembiayaan, perubahan komposisi produk, dan perluasan kerja sama distribusi.

“Pertumbuhan premi berpotensi melambat, bahkan turun apabila penyaluran kredit baru mengalami kontraksi. Namun, penurunan tersebut tidak otomatis terjadi karena masih ada peluang dari perpanjangan pembiayaan, perubahan komposisi produk, dan perluasan kerja sama distribusi,” jelasnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, Wahyudin menilai perusahaan asuransi perlu memperluas kanal distribusi, memperkuat kemitraan dengan bank dan multifinance, serta mengembangkan produk sesuai kebutuhan nasabah. 

Perusahaan juga perlu menjaga kualitas underwriting, mengendalikan klaim, dan menerapkan tarif yang memadai agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan menguntungkan.

Hingga akhir 2026, premi asuransi jiwa kredit diperkirakan masih menghadapi tantangan akibat perlambatan kredit konsumsi. 

Prospek bisnis ini akan bergantung pada perbaikan penyaluran kredit, penguatan daya beli masyarakat, serta kemampuan perusahaan mengoptimalkan distribusi dan menjaga profitabilitas.

Baca Juga: Bencana Ganggu Penerbangan, Great Eastern Sebut Asuransi Perjalanan Penting Dimiliki

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×