kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Kredit yang belum ditarik di BNI mencapai Rp 51,34 triliun


Minggu, 24 Juni 2018 / 17:21 WIB
ILUSTRASI. Pelayanan nasabah perbankan


Reporter: Yoliawan H | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Undisburshed loan atau kredit yang belum ditarik dicatatkan sebagai fasilitas kredit yang telah diberikan namun nasabah baru menarik sebagian kredit tersebut karena belum ada kebutuhan.

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) sendiri mencatatkan adanya sedikit kenaikan undisburshed loan di bulan April 2018. Tercatat undisburshed loan tumbuh 2,20% yoy menjadi Rp 51,34 triliun.

Herry Sidharta, Wakil Direktur Utama BNI mengatakan, pencairan atas undisbursed loan ini disesuaikan dengan kebutuhan debitur akan fasilitas kredit. Saat ini memang dibanding periode yang sama tahun lalu permintaan kredit relatif stagnan, sehingga mendorong kenaikan undisbursed loan.

“Undisbursed loan BNI yang menunjukan fasilitas kredit yang belum ditarik debitur didominasi oleh dua sektor yaitu sektor listrik, air dan gas serta sektor perindustrian,” ujar Herry kepada Kontan.co.id, Minggu (24/6).

Ke depannya diharapkan undisbursed loan ini akan menurun seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yg lebih baik dan siklus ekonomi yang lebih aktif pada semester II akan mendorong penggunaan kredit yang tentunya mengurangi porsi undisbursed loan.

Undisburshed loan ini pun biasa diisi oleh kredit investasi yang sifatnya jangka panjang. Jadi fasilitas kredit tidak akan sepenuhnya diberikan namun melihat kebutuhan debitur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×