kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.809.000   -16.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.253   12,00   0,07%
  • IDX 7.176   46,13   0,65%
  • KOMPAS100 972   5,15   0,53%
  • LQ45 693   2,40   0,35%
  • ISSI 260   1,20   0,46%
  • IDX30 382   -0,24   -0,06%
  • IDXHIDIV20 468   -3,68   -0,78%
  • IDX80 109   0,48   0,45%
  • IDXV30 137   -0,75   -0,55%
  • IDXQ30 122   -0,59   -0,48%

Kuartal I, penyaluran kredit BPD Jatim naik 6,40%


Senin, 11 April 2016 / 17:48 WIB


Reporter: Arsy Ani Sucianingsih | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa timur Tbk (BPD Jatim) membukukan penyaluran kredit pada kuatal I 2016 sebesar Rp 28,27 triliun atau naik 6,40% dari periode serupa di tahun sebelumnya sebesar Rp 26,57 triliun. 

Direktur Bisnis Menengah dan koperasi Bank Jatim Suudi mengatakan, kontribusi pertumbuhan kredit ditopang oleh kredit konsumer yang naik 7,99% dari Rp 17,06 triliun menjadi Rp 18,43 triliun, diikuti oleh kredit komersial yang tumbuh 5,53% dari Rp 5,05 triliun menjadi Rp 5,33 triliun.

“Sementara, kredit Usaha Kecil Menengah (UMKM) yang naik tipis 1,29% menjadi Rp 4,51 triliun yang sebelumnya Rp 4,50 triliun,” ujarnya, Senin (11/4).

Sementara itu, pendapatan bunga BPD jatim mengalami pertumbuhan 10,63% yoy dengan nominal sebesar Rp 1,16 triliun.

Adapun, Return On Equity (ROE) naik menjadi 23,49%, dimana sebelumnya 17,61%, nett interest margin (NIM) sebesar 6,83% turun dibandingkan periode sebelumnya 6,90%.

Return On Asset (ROA) seesar 3,80% dari sebelumnya 3,38%. Lalu Biaya Operasional dibanding Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi 72,06% menjadi 65,32%, Loan to deposit ratio (LDR) jadi 68,11% sebelumnya 69,96%.

Dengan demikian, BPD Jatim akan menjaga rasio kredit macet alias non performing loan (NPL) gross di angka 4,59%. Artinya, perseroan mengalami peningkatan NPL dari 3,7% menjadi 4,59% di kuartal I 2016.

Dengan demikian, perseroan membukukan total aset menjadi Rp 49,15 triliun sebelumnya Rp 45,82 tiliun atau naik 7,5% yoy (year on year).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×