Reporter: Christine Novita Nababan | Editor: Edy Can
JAKARTA. Prestasi industri pembiayaan sepanjang semsemester pertama 2011 tak begitu kinclong. Pasalnya, laba sejumlah multifinance hanya naik tipis dibandingkan semester pertama tahun lalu.
PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) alias Adira Finance, misalnya, membukukan pertumbuhan laba cuma 4% dari Rp 710,61 miliar pada Juni 2010 menjadi Rp 741,33 miliar pada Juni 2011.
Padahal, pembiayaan yang disalurkan Adira tumbuh pesat menjadi Rp 14,8 triliun. Angka ini naik 34% dibandingkan Juni 2010. "Diharapkan bisa mencapai Rp 30 triliun sampai akhir tahun ini," ujar I Dewa Made Susila, Direktur Keuangan Adira Multifinance.
Made mengaku, Adira hanya mengantongi untung tipis lantaran tidak lagi menjalankan bisnis pembiayaan dengan skema joint financing. "Sebelumnya 1% dari modal (sendiri) dan 99% dari pendanaan bank mitra. Kini, 100% dibiayai sendiri," ujarnya, kemarin (31/7).
Selain itu, beban usaha Adira meningkat sebesar 33% dibandingkan semester pertama 2010. Faktor lainnya, pembagian dividen sekitar 65% atau senilai Rp 940 miliar baru dibayarkan ke pemegang saham. Alhasil, jumlah laba ditahan pun tertekan.
Tak heran, ekuitas Adira juga melorot 5,6% dari Rp 3,79 triliun menjadi Rp 3,58 triliun. Sementara, aset Adira tetap terkerek naik 43,67% dari Rp 7,59 triliun menjadi Rp 10,91 triliun.
Setali tiga uang, PT BFI Finance Indonesia Tbk hanya mendulang untung Rp 201,84 miliar sepanjang semester pertama tahun ini. Itu berarti naik 14% dari semester pertama 2010, Rp 177,18 miliar.
Maklum, Direktur BFI Finance Cornellius Henry mengatakan, beban umum dan administrasi BFI Finance naik sekitar 21,33% dari Rp 141,19 miliar menjadi Rp 179,49 miliar. Termasuk pula, kenaikan beban pemasaran sebanyak 33,62% dari Rp 8,21 miliar menjadi Rp 12,37 miliar.
Peningkatan beban usaha BFI tak terlepas dari pertumbuhan bisnis perusahaan. Hingga Juni 2011, pendapatan BFI naik sekitar 22% menjadi Rp 571,08 miliar. Kontribusi terbesar berasal dari pendapatan lini pembiayaan konsumen Rp 398,62 miliar, disusul lini sewa guna alat usaha sebesar Rp 57,75 miliar. Sedangkan total kredit BFI tumbuh menjadi Rp 2,7 triliun per semester pertama 2011.
Ditopang alat berat
Namun, tak semua multifinance mencetak kenaikan laba tipis. PT Buana Finance Tbk malah meraup pertumbuhan laba dua kali lipat. Per Juni 2011, laba bersih Buana tercatat sebesar Rp 45,06 miliar atau naik 108% dibandinglan Juni 2010 sebesar Rp 21,62 miliar.
Menurut Presiden Direktur Buana Finance Soetadi Limin, pertumbuhan laba yang signifikan itu ditopang oleh pertumbuhan penyaluran pembiayaan baru sebanyak 146% atau mencapai Rp 1,26 triliun sepanjang semester pertama 2011. Ini melampaui target semester pertama yang dipatok hanya Rp 1 triliun.
Bahkan, hingga akhir Juli 2011, penyaluran pembiayaan tercatat menembus Rp 1,46 triliun atau melampaui realisasi sepanjang tahun lalu yang sebesar Rp 1,37 triliun. "Sebanyak 71% di antaranya disalurkan untuk pembiayaan alat berat, dan sisanya 29% untuk pembiayaan konsumen," tutur Soetadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













