kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Lama di lokal, Stanchart ogah disebut bank asing


Selasa, 22 April 2014 / 14:03 WIB


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Standard Chartered Bank Indonesia tidak ingin disebut bank asing. Apalagi, keberadaan Stanchart di Indonesia sudah capai 150 tahun.

"Kami sudah jadi bagian dari Indonesia. Jadi tidak bisa lagi disebut sebagai bank asing. Kami juga merupakan salah satu bank tertua di Indonesia," tutur Aminarno Kermaputra, Country Head of Corporate Affairs Stanchart Indonesia, Selasa (22/4).

Dengan status itu, Aminarno menegaskan, Stanchart sangat berkomitmen untuk menumbuhkan bisnis di Indonesia, dan terus menjadi bagian dari industri perbankan Indonesia.

Saat ini, Standchart Group memiliki 1.700 cabang di 70 negara dengan jumlah pegawai mencapai 87 ribu. Sekitar 90% pendapatan serta keuntungan Stanchart Group diperoleh dari Asia, Afrika,dan Timur Tengah.

Di Indonesia, Stanchart berdiri pada 1863, dengan dukungan 27 kantor cabang yang terletak di delapan kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, dan Makasar. Stanchart juga memiliki jaringan di lebih 50 ribu ATM Bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×