kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.157   13,00   0,08%
  • IDX 7.624   -52,36   -0,68%
  • KOMPAS100 1.056   -6,56   -0,62%
  • LQ45 760   -4,37   -0,57%
  • ISSI 277   0,16   0,06%
  • IDX30 404   -2,51   -0,62%
  • IDXHIDIV20 489   -2,28   -0,46%
  • IDX80 118   -0,60   -0,51%
  • IDXV30 138   1,46   1,07%
  • IDXQ30 129   -0,80   -0,62%

Lama di lokal, Stanchart ogah disebut bank asing


Selasa, 22 April 2014 / 14:03 WIB
ILUSTRASI. Keuangan syariah.


Reporter: Issa Almawadi | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Standard Chartered Bank Indonesia tidak ingin disebut bank asing. Apalagi, keberadaan Stanchart di Indonesia sudah capai 150 tahun.

"Kami sudah jadi bagian dari Indonesia. Jadi tidak bisa lagi disebut sebagai bank asing. Kami juga merupakan salah satu bank tertua di Indonesia," tutur Aminarno Kermaputra, Country Head of Corporate Affairs Stanchart Indonesia, Selasa (22/4).

Dengan status itu, Aminarno menegaskan, Stanchart sangat berkomitmen untuk menumbuhkan bisnis di Indonesia, dan terus menjadi bagian dari industri perbankan Indonesia.

Saat ini, Standchart Group memiliki 1.700 cabang di 70 negara dengan jumlah pegawai mencapai 87 ribu. Sekitar 90% pendapatan serta keuntungan Stanchart Group diperoleh dari Asia, Afrika,dan Timur Tengah.

Di Indonesia, Stanchart berdiri pada 1863, dengan dukungan 27 kantor cabang yang terletak di delapan kota besar seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Denpasar, Medan, Palembang, dan Makasar. Stanchart juga memiliki jaringan di lebih 50 ribu ATM Bersama.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×