Reporter: Nina Dwiantika | Editor: Nina Dwiantika
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menjelang libur Lebaran, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan digital. Lonjakan aktivitas transaksi selama periode mudik dan libur panjang kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk menjalankan aksinya.
Direktur Kepatuhan PT Bank Maybank Indonesia Tbk Yessika Effendi mengatakan, pelaku penipuan kini banyak menggunakan teknik social engineering dan phishing untuk memperoleh data pribadi korban hingga akses ke perangkat mereka.
Menurutnya, pelaku biasanya memanfaatkan manipulasi psikologis agar korban secara sadar memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN, maupun kata sandi.
“Modus penipuan digital terus berkembang dan memanfaatkan manipulasi psikologis," ujar Yessika dalam siaran pers, Jumat (6/3). Pelaku memanfaatkan kepanikan korban agar memberikan informasi sensitif seperti OTP, PIN hingga password. Momentum Lebaran sering dimanfaatkan karena masyarakat cenderung lebih lengah dengan berbagai kegiatan.
Dalam praktiknya, pelaku kerap menghubungi korban dengan mengaku sebagai pegawai bank, petugas pajak, dinas kependudukan, hingga aparat penegak hukum. Korban kemudian diberi informasi adanya transaksi mencurigakan dan diminta mengklik tautan yang menyerupai situs resmi untuk membatalkan transaksi.
Selain itu, pelaku juga sering meminta korban mengunduh file APK yang mengandung malware, melakukan share screen melalui aplikasi pesan, memberikan izin akses perangkat, hingga mentransfer sejumlah dana dengan dalih biaya administrasi.
Jika korban mengikuti instruksi tersebut, pelaku dapat mengambil alih ponsel dan mengakses layanan mobile banking tanpa izin. Pelaku juga berpotensi membaca kode OTP dan notifikasi penting, mengubah password mobile banking atau M2U ID App milik Maybank Indonesia serta akun email dan dompet digital, hingga mengirim pesan ke kontak korban.
“Perlu dipahami bahwa pelaku tidak meretas sistem bank. Mereka memanipulasi korban agar menyerahkan aksesnya sendiri. Karena itu, kewaspadaan nasabah menjadi benteng utama dalam pengamanan dana mereka,” kata Yessika.
Sebagai langkah pencegahan, nasabah diimbau tidak mengklik tautan atau mengunduh file yang mencurigakan. Untuk transaksi perbankan, nasabah diminta menggunakan kanal resmi seperti M2U ID Web dan M2U ID App yang tersedia di toko aplikasi dengan nama pencarian Maybank2u ID.
Nasabah juga diminta tidak membagikan data rahasia seperti OTP, PIN, TAC, passcode Secure2u, maupun kode CVV/CVC kartu. Menurut Yessika, pihak bank tidak pernah meminta data tersebut melalui telepon maupun tautan.
Jika menerima informasi transaksi mencurigakan, nasabah diminta tetap tenang, menghentikan komunikasi, dan segera menghubungi layanan pelanggan. Nasabah PT Bank Maybank Indonesia Tbk dapat menghubungi Maybank Customer Care 24 jam melalui nomor 1500611 atau +6278869811 dari luar negeri.
Nasabah juga disarankan rutin memeriksa notifikasi transaksi, mengecek saldo, serta mengganti PIN dan kata sandi secara berkala untuk menjaga keamanan akun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













