kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ451.001,74   -2,58   -0.26%
  • EMAS981.000 0,10%
  • RD.SAHAM -0.07%
  • RD.CAMPURAN 0.04%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.07%

LPEI Mencatat Nilai Ekspor Komoditas Lada Hitam US$ 17 Juta


Selasa, 12 Juli 2022 / 21:53 WIB
LPEI Mencatat Nilai Ekspor Komoditas Lada Hitam US$ 17 Juta
ILUSTRASI. Hasil panen pelaku UMKM sektor komoditas lada hitam binaan LPEI yang siap diekspor.

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekspor komoditas lada hitam yang ditumbuk maupun tidak ditumbuk mencapai US$ 17 juta di kuartal pertama 2022. Ekspor meningkat 44,05% dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya atau year on year (yoy). 

Peningkatan nilai ekspor lada hitam Indonesia juga sejalan dengan volume ekspor pada periode tersebut yang mencapai 4.850 ton atau meningkat 10,16% yoy. Hal ini melanjutkan tren pada pada kuartal pertama 2021 dengan nilai ekspor mencapai US$ 11,80 juta atau naik 48,8% yoy dan juga volume ekspor mencapai 4.400 ton atau tumbuh 29,34% yoy.

Kepala Divisi Indonesia Eximbank (IEB) Institute LPEI, Rini Satriani menjelaskan permintaan yang meningkat untuk produk rempah termasuk lada hitam disebabkan oleh mulai pulihnya ekonomi dunia seiring meredanya pandemi Covid-19.

Baca Juga: Dorong UMKM Masuk Pasar Global, BNI Gandeng Eximbank Beri Pembiayaan Rp 25 Miliar

"Selain itu, daya saing lada hitam Indonesia yang terbilang baik di pasar global menjadi competitive advantage bagi Indonesia dalam melakukan ekspor serta didukung pula oleh utilisasi produk lada hitam pada industri makanan dan minuman," ujar Rini dalam keterangan tertulis pada Selasa (12/7).

Lada hitam merupakan salah satu komoditi dari sektor perkebunan yang memiliki peran penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sebagai komoditi ekspor, lada hitam memiliki andil dalam menghasilkan devisa negara, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menyediakan kesempatan kerja bagi para petaninya.

Adapun LPEI sebagai special mission vehicle (SMV) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI pun turut serta dalam mendukung peningkatan ekspor lada hitam melalui serangkaian program jasa konsultasi, diantaranya dengan diresmikannya Program Desa Devisa Lada Hitam (23/6).

Baca Juga: Ini Cara Konsumsi Lada Hitam untuk Menurunkan Berat Badan

Bila dirinci, untuk komoditas lada hitam tidak ditumbuk pada kuartal pertama tahun 2022 meningkat sebesar 40,47% yoy mencapai US$ 15,64 juta jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2021  sebesar US$ 11,12 juta.

Begitu juga dengan ekspor komoditas lada hitam ditumbuk yang meningkat 103,78% yoy atau mencapai US$ 1,36 juta dari sebelumnya US$ 0,67 juta, melanjutkan kenaikan 38,74% pada kuartal pertama tahun lalu tahun 2021.

Berdasarkan data sebaran eksportir lada hitam Indonesia tahun 2020, Provinsi Lampung merupakan kontributor ekspor lada hitam terbesar di Indonesia dengan estimasi 58,33% dari total nilai ekspor lada hitam Indonesia.

Oleh karena itu LPEI melihat potensi Provinsi Lampung merupakan wilayah yang potensial bagi peningkatan kapasitas eksportir melalui program Desa Devisa Klaster Lada Hitam yang saat ini tengah dilaksanakan bersama Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×