kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.034   74,00   0,41%
  • IDX 5.185   -678,68   -11,57%
  • KOMPAS100 658   -103,29   -13,57%
  • LQ45 509   -81,53   -13,82%
  • ISSI 179   -22,02   -10,93%
  • IDX30 284   -45,14   -13,73%
  • IDXHIDIV20 366   -56,36   -13,33%
  • IDX80 75   -11,86   -13,59%
  • IDXV30 102   -13,53   -11,68%
  • IDXQ30 93   -14,99   -13,88%

LPEI Perluas Pasar UKM Berorientasi Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia 2026


Sabtu, 17 Oktober 2026 / 14:23 WIB
LPEI Perluas Pasar UKM Berorientasi Ekspor Lewat Trade Expo Indonesia 2026
ILUSTRASI. Kontan - Eximbank Indonesia (LPEI) Kilas Online (Dok. Eximbank Indonesia/Eximbank Indonesia)


Reporter: Theresia Widiningtyas | Editor: Ridwal Prima Gozal

KONTAN.CO.ID - Partisipasi Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD merupakan bentuk dukungan perluasan akses pasar bagi pelaku usaha berorientasi ekspor agar dapat menjadi produk yang berani mendunia.

Momentum ini sekaligus menegaskan mandat LPEI sebagai Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan RI yang berperan memperkuat kinerja ekspor nasional dengan meningkatkan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor, baik dalam aspek finansial maupun non-finansial.

Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, LPEI mengajak sejumlah debitur dan mitra binaan untuk mempromosikan produk-produk unggulan mereka di TEI 2026. Di ajang ini, para mitra LPEI berkesempatan bertemu secara langsung dengan buyer internasional dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Dukungan Pelatihan Ekspor dan Pembiayaan modal kerja ekspor

Kontan - Eximbank Indonesia (LPEI) Kilas Online

Para mitra LPEI yang berpartisipasi dalam TEI 2026 dipilih melalui sejumlah kriteria. Di antaranya, produk peserta merupakan komoditas unggulan agrikultur yang bernilai tambah, berkualitas, dan memiliki kemasan menarik. Selain itu, seluruh peserta terpilih juga telah memiliki kelengkapan sertifikasi yang menjamin keamanan dan kualitas produksi seperti sertifikasi Halal, BPOM, bahkan Standar Organik USA.

Salah satu mitra binaan LPEI yang menjadi peserta TEI 2026 adalah Sila Artisan Tea. Pelopor teh artisan Indonesia yang didirikan pada 2018 di Bogor ini merupakan alumnus program Coaching Program for New Exportir (CPNE) LPEI 2023. Sila memproduksi teh berkualitas artisan yang dipadukan dari teh Camellia Sinensis kualitas premium dengan 100% rempah alami (tisane) tanpa bahan pengawet atau pewangi sintetis.

Selain memproduksi teh berkualitas premium, Sila juga mengedepankan strategi bisnis yang berorientasi ESG. Produsen teh artisan ini bermitra secara langsung dengan lebih dari 25 perkebunan teh dan komunitas petani di berbagai wilayah Indonesia. Sila memberikan harga yang adil, edukasi, serta dukungan kepada para petani untuk penerapan budidaya yang berkelanjutan. Tak hanya itu, produk teh Sila juga ramah lingkungan karena dikemas dalam kantong teh berbahan serat jagung yang dapat terurai di alam.

“Kita fokus dengan teh lokal Indonesia supaya orang kenal teh Indonesia. Di luar negeri orang tidak tahu teh Indonesia, tahunya teh Sri Lanka, China, Jepang, Inggris. Tidak ada yang kenal teh Indonesia,” ujar Redha Taufik Ardias, Operational & Business Director Sila Artisan Tea, saat ditemui KONTAN di TEI 2026.

Untuk mendukung tujuan mengenalkan teh Indonesia ke kancah dunia, Sila Artisan Tea juga telah memiliki sertifikasi Halal, HACCP, GMP, dan SNI. Saat ini Sila Artisan Tea sudah mengekspor ke AS, Singapura, Turki, Austria, Jerman, Kanada, Malaysia, Jepang, serta tengah membidik Timur Tengah (UAE, Qatar, Arab Saudi) sebagai tujuan ekspor berikutnya.

Redha mengungkapkan pembiayaan LPEI sangat membantu kelancaran proses ekspor Sila Artisan Tea. Pinjaman modal kerja ekspor LPEI membantu Sila Artisan Tea menyediakan modal untuk memenuhi pesanan besar.

“Kita minta DP ke buyer kadang tidak dikasih. Kadang buyer hanya mau bayar saat barangnya sampai. Maka butuh pihak ketiga yang bisa menjamin bahwa produsen bisa memproduksi dengan pinjaman atau bantuan dana modal,”  tutur Redha.

Permudah menangkap peluang ekspor

Kontan - Eximbank Indonesia (LPEI) Kilas Online

Selain Sila Artisan Tea, CV Bunga Palm turut menjadi mitra binaan LPEI yang mengikuti TEI 2026. Perusahaan yang berlokasi di Purbalingga, Jawa Tengah, ini memproduksi gula kelapa organik bubuk, cetak, dan cair serta coconut aminos (kecap asin dari fermentasi nira kelapa dan garam laut) berstandar internasional.

CV Bunga Palm bermitra dengan lebih dari 18.000 petani untuk memperoleh bahan baku nira dari pohon aren dan kelapa. Dalam kemitraan tersebut, perusahaan juga membekali para petani dengan berbagai pelatihan, alat keselamatan kerja, hingga asuransi.

“Kita bantu petani untuk mendapatkan sertifikasi organik. Tim kita rutin keliling lapangan untuk sosialisasi memastikan agar kaidah organik diterapkan dengan baik dan benar oleh petani,” kata M. Arsyi Kurniawan, Export Manager CV Bunga Palm.

CV Bunga Palm melihat peluang pasar gula kelapa organik yang sangat besar di luar negeri, terutama di AS dan Eropa. Masyarakat di sana punya kesadaran lebih tinggi terhadap manfaat makanan organik. Gula kelapa organik jadi pilihan untuk menggantikan gula rafinasi sebagai pemanis makanan dan minuman.

Guna menembus pasar global, saat ini CV Bunga Palm telah mengantongi sertifikasi USDA Organic, EU Organic, Halal, BPOM, HACCP, FDA, hingga Kosher. Produsen gula kelapa organik yang memulai usaha tahun 2000 ini sudah mengekspor ke AS, Belanda, Rusia, Australia, Korea Selatan, Ceko, UEA, Nigeria, Ghana, India, Belgia, Malaysia, hingga Singapura, dan menyasar ekspansi ke Inggris, Jerman, Kanada, serta China.

Saat akan meningkatkan skala usaha dari industri rumahan dengan fasilitas pabrikasi yang lebih besar, CV Bunga Palm mendapatkan bantuan pembiayaan dari LPEI.

“Kalau menunggu pendanaan dari kita sendiri akan cukup lama, tapi dengan bantuan LPEI, itu mempermudah kita bisa menangkap peluang pasar luar negeri,” ujar Arsyi.

Di samping bantuan finansial, CV Bunga Palm juga memperoleh peningkatan kapasitas melalui sejumlah pelatihan dari LPEI, seperti standarisasi kemasan ekspor hingga menyusun laporan keuangan.

Bertemu pembeli potensial

Kontan - Eximbank Indonesia (LPEI) Kilas Online

Senada dengan Sila Artisan Tea dan CV Bunga Palm, mitra binaan LPEI lainnya yakni PT Agri Spice Indonesia (ASI) berharap dapat memperluas pasar dan bertemu dengan pembeli potensial melalui TEI 2026. Perusahaan yang berbasis di Klaten, Jawa Tengah ini mengolah rempah-rempah asli Indonesia seperti pala, cengkeh, kayu manis, dan vanila untuk diekspor ke pasar global premium di bawah brand Spicy Voyage.

“Kemarin ada beberapa yang ngobrol, menanyakan black pepper, vanila, dan cengkeh,” tutur Sulianty Zhuang, Marketing CBI Global, perusahaan induk PT Agri Spice Indonesia menceritakan pengalamannya bertemu dengan pembeli potensial di TEI 2026.

Untuk memastikan kualitas produk sesuai dengan standar global dan meningkatkan produktivitas, ASI membina ribuan petani di Lampung, Sulawesi Selatan, Jambi, dan Papua melalui penyediaan bibit unggul, pembuatan nursery, serta edukasi teknik budidaya dan pengendalian hama.

ASI juga melengkapi sertifikasi produk mengikuti regulasi negara tujuan ekspor seperti FSSC 22000, UEBT, Rainforest Alliance, USDA Organic, FDA, Kosher Check, hingga Halal. Saat ini ASI telah mengekspor ke Eropa, Afrika, Asia, Timur Tengah, dan terus membidik Jerman, Belgia, Italia, hingga Jepang.

“Ke USA kita sekarang memasukkan vanila, black pepper, sama kayu manis. Kalau India kebanyakan cengkeh,” papar Sulianty mencontohkan beberapa komoditas rempah yang diekspor ASI. 

Dalam upaya memperkuat daya saing para pelaku usaha di kancah internasional, layanan finansial dan non-finansial LPEI diberikan melalui sinergi dan kolaborasi dengan ekosistem ekspor. Dukungan ini mencakup fasilitas pembiayaan dan penjaminan ekspor untuk memperkuat kapasitas modal, perlindungan transaksi melalui Trade Credit Insurance (TCI) dan Marine Cargo Insurance guna meminimalisir risiko bisnis global, serta program pelatihan berkelanjutan seperti Coaching Program for New Exporter (CPNE) yang mentransformasikan pelaku UKM pemula menjadi eksportir tangguh dan berstandar global.

Kehadiran ekosistem dukungan yang komprehensif ini diyakini akan menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dengan semakin masifnya UKM yang naik kelas dan menembus pasar ekspor, sektor ini diproyeksikan tidak hanya menjadi motor penggerak devisa negara, tetapi juga benteng utama dalam memperkokoh ketahanan ekonomi nasional di tengah dinamika global.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×