kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45702,42   14,31   2.08%
  • EMAS934.000 -1,06%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Mandiri Sekuritas mencatat pertumbuhan bisnis brokerage hingga 85%


Rabu, 16 Oktober 2019 / 15:04 WIB
Mandiri Sekuritas mencatat pertumbuhan bisnis brokerage hingga 85%
ILUSTRASI. logo Mandiri Sekuritas

Reporter: Benedicta Prima | Editor: Wahyu Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun ini PT Mandiri Sekuritas mendulang cuan dari kondisi pasar yang tidak pasti. Bahkan Direktur Mandiri Sekuritas Lisana Irianiwati menyebut semakin pasar fluktuatif volume perdagangan melalui bisnis brokernya semakin bertambah.

"Sebetulnya keuntungan dari bisnis brokerage ketika pasar naik atau turun market terus bertransaksi," kata Lisana, Selasa (15/10).

Perilaku investor saat ini, jelas Lisana, akan banyak membeli saham emiten blue chips. Tentunya jual-beli saham tersebut harus melalui broker.

Baca Juga: IHSG turun IHSG turun 0,15% pada akhir perdagangan sesi I, Rabu (16/10)

Pernyataan tersebut diperkuat dari data pertumbuhan nilai transaksi broker hingga September 2019. Mandiri Sekuritas tercatat sebagai broker lokal teraktif di pasar modal dengan pangsa pasar 8,4% dan nilai transaksi total Rp 288,8 triliun atau meningkat 85% secara tahunan.

Selain itu, Mandiri Sekuritas mendominasi pasar penjaminan emisi obligasi dengan pangsa pasar 15,5% dengan porsi penjaminan senilai Rp 14,3 triliun atau naik 10% yoy. Antara lain menjadi penjamin bagi MTF, PLN, SMI, Permodalan Nasional Madani, Semen Indoesia, Eximbank, PP Properti, dan Bank Danamon.

Baca Juga: Mandiri Sekuritas Kembangkan Layanan Transaksi Online untuk Investor Milenial premium

Mandiri Sekuritas melalui Mandiri Securities Singapore menjamin obligasi global yang memiliki pangsa pasar 13,9% dengan porsi penjaminan Rp 22,7 triliun atau meningkat 13,5% dari Rp 20 triliun di periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain menjamin Republik Indonesia-Green Sukuk, Bank Mandiri, Medco, Republik Indonesia-Sec 4, dan Pertamina.

Dalam kesempatan tersebut Lisana juga menjelaskan saat ini merupakan waktu yang tepat untuk perusahaan menerbitkan obligasi. "Jangan sampai menunggu suku bunga turun banget, karena belum tentu investor tertarik karena nanti terlalu murah," imbuh dia.




TERBARU

Close [X]
×