kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Mayoritas Dapen masih kekurangan SBN


Senin, 11 April 2016 / 17:54 WIB
Mayoritas Dapen masih kekurangan SBN


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Industri dana pensiun pemberi kerja masih punya pekerjaan rumah yang cukup besar untuk bisa memenuhi aturan soal penempatan dana investasi di instrumen surat beharga negara (SBN). Berdasarkan POJK nomor 1 tahun 2016, dana pensiun harus menempatkan minimal 20% dana investasinya di SBN di akhir tahun ini.

Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan, per bulan Januari kemarin industri dana pensiun pemberi kerja mengantongi dana investasi sebesar Rp 153,2 triliun. Dari jumlah tersebut, sebesar 18,6% diantaranya sudah ditempatkan di instrumen SBN.

Namun, Ketua Asosiasi Dana Pensiun Pemberi Kerja (ADPI) Mudjiharno Sudjono menyebut, proporsi tersebut tak bisa jadi acuan. "Soalnya ada dapen yang sudah di atas 20%, sementara banyak juga masih masih jauh di bawah," katanya, Senin (11/4).

Ia bilang mayoritas SBN tersebut baru dikoleksi oleh dapen yang memiliki aset kelolaan yang terbilang besar. Sementara, dengan dana yang lebih terbatas, dapen skala kecil kesulitan untuk membeli SBN.

Berdasarkan data tersebut, apabila dibagi-bagi, masih 80% dana pensiun yang belum memiliki porsi SBN sebesar 20% dalam portofolio investasi mereka. Sementara 20% sisanya sudah terbilang aman untuk tahun ini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×