kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.695   51,92   0,92%
  • KOMPAS100 735   7,36   1,01%
  • LQ45 557   3,64   0,66%
  • ISSI 198   1,89   0,96%
  • IDX30 316   1,31   0,42%
  • IDXHIDIV20 389   -0,57   -0,15%
  • IDX80 83   0,64   0,78%
  • IDXV30 106   -0,46   -0,43%
  • IDXQ30 102   0,12   0,12%

Mayoritas multifinance dengan NPF besar dimiliki oleh perseorangan


Rabu, 21 Februari 2018 / 17:01 WIB
ILUSTRASI. ilustri multifinance lembaga pembiayaan kendaraan bermotor


Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah perusahaan pembiayaan masuk ke dalam pengawasan khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akibat punya rasio kredit bermasalah yang besar. Regulator menyebut ada kesamaan dari beberapa perusahaan yang kurang sehat tersebut.

Dari tujuh belas perusahaan yang masuk pengawasan khusus, Plt. Kepala Departemen Pengawas IKNB OJK Bambang W Budiawan menyebut, sebagian besar di antaranya adalah perusahaan skala kecil dengan modal yang pas-pasan.

Menurut dia, kebanyakan dari perusahaan tersebut bermain di segmen kendaraan bekas. "Biasanya dimiliki perseorangan. Mereka punya dua atau tiga diler terus membuat perusahaan pembiayaan," katanya baru-baru ini.

Selain tak punya sumber dana yang mumpuni, sejumlah pemilik perusahaan tersebut, kata Bambang, tak punya jaringan yang kuat.

Ditambah lagi, ia mengakui peraturan permodalan multifinance pada jaman dulu masih sangat rendah. Sehingga banyak orang yang bisa mendirikan perusahaan pembiayaan dengan modal seadanya. Nah pada saat perusahaan tersebut bermasalah, jadi kesulitan untuk melepaskan diri.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×