Reporter: Ferry Saputra | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) menerapkan sejumlah strategi guna meningkatkan kinerja lini asuransi engineering atau rekayasa hingga akhir tahun ini.
Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance, Diang Edelina menerangkan perusahaan akan terus memperluas penetrasi di berbagai sektor.
"Selain itu, memperkuat sinergi dengan broker, mitra bisnis, dan jaringan distribusi," katanya kepada Kontan, Kamis (1/10/2026).
Diang menyampaikan Mega Insurance juga tetap menjaga kualitas bisnis agar pertumbuhan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan. Lebih lanjut, dia melihat peluang pertumbuhan pada lini asuransi engineering masih tetap ada ke depannya.
Baca Juga: Mega Insurance Tempatkan 53% Investasi di Surat Berharga Negara
Oleh karena itu, Diang mengatakan perusahaan akan tetap memperhatikan dan menyelaraskan langkah bisnis, dengan arah kebijakan pemerintah dan perkembangan aktivitas pembangunan.
Terkait kinerja, Diang menyampaikan premi asuransi engineering Mega Insurance bertumbuh lebih dari 10% secara Year on Year (YoY) pada semester I-2026. Sayangnya, tak disebutkan nilai yang dibukukan perusahaan dari lini tersebut.
Sementara itu, data Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat, premi lini asuransi engineering atau rekayasa industri terkontraksi 14,1% secara YoY, menjadi sebesar Rp 2,37 triliun pada semester I-2026.
Adapun nilai klaim dari lini asuransi engineering mencapai Rp 1,59 triliun pada semester I-2026, atau meningkat 78,5% secara YoY.
Baca Juga: Strategi Mega Insurance untuk Dorong Kinerja Asuransi Properti hingga Akhir 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














