Reporter: Ferry Saputra | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Umum Mega (Mega Insurance) menyampaikan penempatan investasi terbesar berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN). Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan di situs resmi, Mega Insurance mencatatkan total alokasi investasi sebesar Rp 743,92 miliar per Januari 2026.
Adapun penempatan investasi terbesar berada di instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sebesar Rp 397,01 miliar atau porsinya 53,37%. Risk, Legal, and Compliance Director Mega Insurance Diang Edelina mengatakan dalam menempatkan investasi di instrumen pendapatan tetap, terutama obligasi pemerintah dan obligasi korporasi, pihaknya mempertimbangkan instrumen dengan kualitas kredit yang baik.
"Hal itu karena dinilai paling sesuai dengan karakteristik kewajiban perusahaan," katanya kepada Kontan, Jumat (3/4/2026).
Baca Juga: Transaksi Pasar Menyusut, Infovesta Nilai Koreksi IHSG Tekan Kinerja Sekuritas
Diang menambahkan dalam berinvestasi, pihaknya perlu memastikan ketersediaan likuiditas yang memadai untuk memenuhi potensi klaim yang bersifat lebih jangka pendek dan dinamis. "Oleh karena itu, strategi investasi kami lebih difokuskan pada instrumen pendapatan tetap, serta pasar uang yang stabil dan mudah dicairkan," ucapnya.
Dia bilang bagi perusahaan asuransi, keputusan investasi tidak didasarkan pada pergerakan jangka pendek, tetapi tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan konsistensi strategi alokasi aset jangka panjang.
Sementara itu, Diang menyampaikan Mega Insurance tak menutup kemungkinan mempertimbangkan investasi di instrumen lain ke depannya, seperti emas. Hal itu bisa dilakukan sebagai bagian dari alternatif diversifikasi, selama dinilai sesuai dengan profil risiko perusahaan dan ketentuan regulasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













