kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   50.000   1,72%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Melonjak 150%, Bank of India Indonesia (BSWD) Cetak Laba Bersih Rp 14,38 Miliar


Minggu, 31 Juli 2022 / 12:57 WIB
Melonjak 150%, Bank of India Indonesia (BSWD) Cetak Laba Bersih Rp 14,38 Miliar
ILUSTRASI. Kinerja Bank of India Indonesia (BSWD) di semester I-2022 menggembirakan


Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank of India Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih senilai Rp 14,38 miliar di semester I-2022. Nilai ini tumbuh 150,09% year on year (yoy) dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,75 miliar semester I-2021.

Merujuk laporan keuangan, Bank bersandi saham BSWD ini berhasil membukukan pendapatan bunga bersih senilai Rp 62,45 miliar di semester 1-2022. Meningkat 24,9% yoy dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 50,0 miliar.

Lantaran, BSWD mampu menyalurkan kredit senilai Rp 1,93 triliun di enam bulan pertama 2022. Mengalami pertumbuhan 4,32% yoy dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,85 triliun.

BSWD juga mampu menghimpun dana pihak ketiga (DPK) pun berhasil mencapai Rp 2,49 triliun per Juni 2022. Meningkat 10,67% yoy dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 2,25 triliun.

Baca Juga: Bank Bukopin (BBKP) Catatkan Rugi Bersih Rp 3,32 Triliun di Semester 1-2022

Bank of India Indonesia berhasil menggerek modal inti mencapai Rp 2,01 triliun di Juni 2022. Meningkat 93,27% yoy dibandingkan posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,04 triliun. Namun, bank ini harus terus meningkatkan modal inti sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) hingga Rp 3 triliun di penghujung 2022.

Kinerja rasio keuangan juga mengalami perbaikan mulai dari kewajiban penyediaan modal minimum (KPMM) atau capital adequacy ratio (CAR) naik dari 46,97% menjadi 95,66%. Cadangan kerugian penurunan nilai (CKPN) terhadap aset produktif turun dari 3,55% menjadi 2,62%.

Secara kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) gross naik dari 5,01% menjadi 7,77%. Sedangkan secara NPL Net juga mengalami peningkatan dari 2,20% menjadi 4,64%.

Dari profitabilitas, rasio net interest margin turun tipis dari 3,05% menjadi 3,03%.Adapun, return on equity juga mengalami penurunan tipis dari 1,45% menjadi 1,43%. Begitupun dengan return on asset (ROA) naik dari 0,53% menjadi 0,83%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×