kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Meski membuka diri, tapi bank masih tetap selektif salurkan kredit ke sektor tambang


Rabu, 09 Oktober 2019 / 19:01 WIB

Meski membuka diri, tapi bank masih tetap selektif salurkan kredit ke sektor tambang
ILUSTRASI. Pertambangan emas dan tembaga PT Freeport Indonesia - Tambang Grasberg di Tembagapura, Mimika, Papua. KONTAN/Lamgiat Siringoringo/18/08/2018


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan hingga saat ini tetap membuka diri dalam menyalurkan kredit ke sektor pertambangan. Meski begitu, bank masih sangat selektif masuk ke sektor ini guna mengantisipasi resiko kredit.

Data Bank Indonesia (BI), jumlah kredit yang disalurkan ke sektor pertambangan dan penggalian mencapai Rp 127,8 triliun, sedikit lebih rendah dari bulan sebelumnya yang tercatat Rp 128,8 triliun.

Baca Juga: Enam nasabah gugat Jiwasraya ke PN Jakarta Pusat

Rinciannya, sebesar Rp 59,1 triliun disalurkan dalam bentuk kredit investasi atau tumbuh 20,9% dari periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang hanya tumbuh 18% yoy.

Adapun dalam bentuk modal kerja tercatat Rp 68,7 triliun atau hanya tumbuh 1,8%, lebih rendah dari pertumbuhan bulan sebelumnya yang mampu tumbuh 28,5%.

PT Bank Republik Indonesia Tbk (BRI) salah satu yang masih membuka diri ke sektor ini. "Kami masih membuka diri selama masih ada prospek dan manajemen yang baik, karena sektor pertambangan itu juga sangat luas. Namun, saat ini kami tidak fokus ke sektor ini,"kata Direktur Bisnis Ritel dan Menengah BRI Priyastomo pada Kontan.co.id, Rabu (9/10).

Priyastomo bilang, saat ini BRI lebih fokus melakukan penyaluran kredit ke bisnis yang bisa memberikan supply chain. Hanya saja, dia dia merinci total outstanding kredit perseroan ke tambang hingga saat ini.

Per Juni 2019, BRI mencatatkan kredit di segmen menengah sebesar Rp 19,7 triliun. Adapun sektor tambang menyumbang porsi 1,7% terhadap total kredit tersebut.

Baca Juga: Perbankan berlomba rilis program inovatif guna memacu transaksi kartu kredit

Senada, Putrama Wahyu Setiawan, Direktur Bisnis Korporasi BNI juga mengatakan masih membuka diri ke sektor tambang dengan tetap selektif guna memitigasi resiko kredit bermasalah.

Baru-baru ini, BNI bersama dengan Bank Shinhan Indonesia meneken pemberian kredit sindikasi kpada PT J Resources Nusantara (JRN) sebesar US$ 231 juta. PT J Resources Nusantara merupakan anak perusahaan dari PT J Resources Asia Pasifik Tbk. Fasilitas kredit sindikasi tersebut dimanfaatkan untuk pengembangan tambang yang dioperasikan JRN dan anak perusahaannya.

Dalam pembiayaan sindikasi tersebut, BNI berperan sebagai mandated lead arrangers dan bookrunners (MLAB). "Hingga saat ini belum ada lagi pipeline untuk kredit tambang," ujar Putrama.

Begitupun dengan PT Bank OCB NISPTbk, tidak pernah menutup peluang untuk melakukan pembiayaan pada sektor tertentu selama perseroan memahami dengan baik bisnis dari sektor yang dibiayai. "Namun, pertambangan memang bukan sektor terbesar kami saat ini," kata Parwati Surjaudaja, Presiden Direktur Bank OCBC.

Baca Juga: Makin ramai, Bank DBS tertarik mencaplok saham Bank Permata


Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Editor: Tendi

Video Pilihan

Terpopuler

Close [X]
×