kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

MMI: Tidak perlu produk sophisticated


Rabu, 20 Juli 2016 / 20:05 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Mengawali paruh kedua tahun ini, industri reksadana diguyur rezeki. Beberapa manajer investasi yang ditunjuk sebagai pengelola dana repatriasi mulai menyiapkan produk yang ideal, salah satunya PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI).

Direktur Utama MMI Muhammad Hanif mengaku memiliki produk yang ideal untuk menampung dana repatriasi tax amnesty yakni reksadana terproteksi berdenominasi rupiah dan reksadana terproteksi berdenominasi dollar. Selain itu, ada pula reksadana penyertaan terbatas dengan proyek energi terbarukan.

"Masalah yang utama adalah kita harus memahami dulu apa kebutuhan nasabah. Kalau bayangan kami, nasabah mencari produk yang sangat aman. Dengan demikian, kita sediakan produk yang konservatif saja. Tidak perlu produk yang sophisticated," ujar Hanif.

Menurut Hanif, reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap dengan aset dasar (underlying asset) berupa surat utang negara cocok untuk menampung dana repatriasi.

Saat ini, total dana kelolaan MMI sebesar Rp 33,5 triliun. Dari besaran tersebut, antara Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun disumbang oleh kontrak pengelolaan dana (KPD). Hingga akhir tahun, pihaknya menargetkan dapat mengelola dana Rp 40 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×