kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

MMI: Tidak perlu produk sophisticated


Rabu, 20 Juli 2016 / 20:05 WIB


Reporter: Dina Farisah | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Mengawali paruh kedua tahun ini, industri reksadana diguyur rezeki. Beberapa manajer investasi yang ditunjuk sebagai pengelola dana repatriasi mulai menyiapkan produk yang ideal, salah satunya PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI).

Direktur Utama MMI Muhammad Hanif mengaku memiliki produk yang ideal untuk menampung dana repatriasi tax amnesty yakni reksadana terproteksi berdenominasi rupiah dan reksadana terproteksi berdenominasi dollar. Selain itu, ada pula reksadana penyertaan terbatas dengan proyek energi terbarukan.

"Masalah yang utama adalah kita harus memahami dulu apa kebutuhan nasabah. Kalau bayangan kami, nasabah mencari produk yang sangat aman. Dengan demikian, kita sediakan produk yang konservatif saja. Tidak perlu produk yang sophisticated," ujar Hanif.

Menurut Hanif, reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap dengan aset dasar (underlying asset) berupa surat utang negara cocok untuk menampung dana repatriasi.

Saat ini, total dana kelolaan MMI sebesar Rp 33,5 triliun. Dari besaran tersebut, antara Rp 7 triliun hingga Rp 8 triliun disumbang oleh kontrak pengelolaan dana (KPD). Hingga akhir tahun, pihaknya menargetkan dapat mengelola dana Rp 40 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×