kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Modal inti Bank DKI bakal naik jadi Rp 2,9 triliun


Rabu, 26 Februari 2014 / 17:08 WIB
ILUSTRASI. Drama Korea One The Woman, drakor yang masuk dalam jajaran top series Netflix hari ini di Indonesia.


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Bank DKI menargetkan modal inti bertambah menjadi Rp 2,9 triliun. Jumlah ini diyakini tercapai setelah mendapat suntikan modal dari pemegang saham Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Eko Budiwiyono, Direktur Utama Bank DKI, jumlah suntikan modal tambahan dari Pemprov DKI tepat sekitar Rp 1 triliun. "Itu sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tahun 2014. Jadi sudah disetujui DPRD DKI Jakarta," kata Eko di Jakarta, Rabu (26/2).

Eko menegaskan realisasi suntikan modal akan dilakukan secepat mungkin pada awal tahun ini. Namun dia mengaku, belum mengetahui waktu pastinya.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan laporan keuangan tahun 2012, modal inti Bank DKI mencapai Rp 1,49 triliun. Sehingga Bank DKI masuk kategori bank umum kategori (BUKU) II, dengan modal inti berkisar Rp 1 triliun - Rp 5 triliun.  "Langkah ini menjadi bagian dari upaya kita agar bisa naik kelas menjadi Bank BUKU III (modal inti berkisar Rp 5 triliun - Rp 30 triliun) dalam beberapa tahun lagi," pungkas Eko.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×