kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Modalku akan tekan rasio kredit macet di bawah 2%


Rabu, 14 Februari 2018 / 19:13 WIB
ILUSTRASI. Suasana kantor Modalku


Reporter: Harry Muthahhari | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perusahaan fintech berbasis pinjam-meminjam antarpengguna atau peer to peer lending (p2p lending) Modalku akan berupaya menekan non-performing loan (NPL) di tahun ini. Saat ini perusahaan tersebut masih bisa menekan NPL di bawah 1%.

CEO Modalku Reynold Wijaya bilang, ada kemungkinan tren NPL pada perusahaan p2p lending akan membesar. Pasalnya, perusahaan p2p lending pada umumnya memiliki bunga yang lebih besar daripada bank.

Selain itu, risiko kredit macet juga lebih besar karena penyaluran pinjaman yang dituju umumnya ke masyarakat yang belum bankable. “Tahun ini bisa 2%, tapi ditahan lah di angka satu komaan,” kata Reynold saat dihubungi Kontan.co.id pada Rabu (14/2).

Untuk jangka panjang ke depan, Reynold memastikan NPL perusahaannya akan perlahan naik. “Jalan empat tahun tentu akan naik terus, tapi tidak tahu stabilnya berapa,” jelasnya.

Kedepan, dalam rangka menekan risiko NPL, Reynold mengatakan Modalku akan terus melakukan pengembangan sistem digitalnya agar penyaluran pinjaman lebih tepat sasaran. Dengan begitu perusahaan dapat memperhitungkan kemampuan peminjam.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×