Reporter: Tendi Mahadi | Editor: Havid Vebri
JAKARTA. Sejumlah perusahaan pembiayaan berupaya mendongkrak pertumbuhan penyaluran pembiayaan di tengah lesunya pasar. Salah satu strategi yang dilakukan adalah dengan menambah agen untuk memasarkan kredit.
PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF), semisal, berencana menambah jumlah agen hingga dua kali lipat menjadi 6.000 agen di tahun ini dari tahun lalu yang sebanyak 3.000 agen. Hingga Juni tahun ini, jumlah agen yang dimiliki ALIF mencapai 4.000 agen.
Strategi ini, menurut Direktur Utama ALIF, Iman Pribadi, untuk menggenjot pembiayaan di luar pasar captive dari nasabah induk mereka, Bank Muamalat. "Keberadaan agen tersebut untuk menjangkau pasar individu serta mengejar nasabah dari kalangan pengusaha kecil dan menengah," ujar dia.
Selain itu, strategi ini dinilai lebih efisien karena tidak perlu mengeluarkan biaya terlalu besar. "Efisiensi saat ini sangat penting di tengah pertumbuhan ekonomi yang melambat," ujar Imam.
ALIF bahkan mengembangkan penjualan melalui agen dengan membentuk kantor khusus, agency office. "Rencananya sekitar September akan kami luncurkan," kata Imam.
Al Ijarah menargetkan pembiayaan baru sebanyak Rp 1 triliun pada tahun ini. Nah, dari jumlah itu, sebanyak 25% diharapkan berasal dari para agen pembiayaan. Lalu, 40% dari diler dan selebihnya dari direct marketing dan telemarketing.
Strategi serupa dilakukan PT Citra Tirta Mulia alias Citifin. Perusahaan ini menargetkan bisa mengerek pembiayaan melalui agen. "Sampai akhir tahun kami harapkan kontribusi bisa mencapai 30%," ujar Sekretaris Perusahaan Citifin, Yulian Ma'mun.
Angka ini meningkat dua kali lipat dari 2014. Kala itu, porsi pembiayaan dari agen hanya 15% dari total kredit. Hingga pertengahan tahun ini sumbangan dari agen baru sebesar 20%. Hingga akhir tahun ini, Citifin menargetkan pembiayaan Rp 500 miliar.
Meski porsinya terus membesar, namun Yulian mengatakan, keberadaan agensi ini masih difokuskan di Jabodetabek. Pasalnya kawasan ini menjadi lumbung utama.
Daerah ini menghasilkan 40% dari total penyaluran kredit. Citifin memang telah mulai serius menggarap kanal agen sejak tahun lalu. Kata Yulian, jalur agen cukup efektif untuk memasarkan pembiayaan.
Dia yakin, langkah ini bisa berkontribusi besar bagi bisnis multiguna Citifin. Yulian memprediksi, porsi pembiayaan multiguna akan mencapai 35% dari total kredit.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













