kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.068.000   40.000   1,32%
  • USD/IDR 16.844   24,00   0,14%
  • IDX 8.290   -106,42   -1,27%
  • KOMPAS100 1.165   -17,79   -1,50%
  • LQ45 839   -8,77   -1,03%
  • ISSI 295   -4,79   -1,60%
  • IDX30 442   -3,26   -0,73%
  • IDXHIDIV20 529   -1,59   -0,30%
  • IDX80 130   -1,89   -1,44%
  • IDXV30 143   -1,84   -1,27%
  • IDXQ30 142   -0,42   -0,29%

Nusantara Re Catat Lini Umum Kuasai 98,4% Portofolio Premi 2025


Selasa, 24 Februari 2026 / 14:03 WIB
Nusantara Re Catat Lini Umum Kuasai 98,4% Portofolio Premi 2025
ILUSTRASI. Rasio klaim bersih Nusantara Re melonjak jadi 79,10% di 2025 dari 56,37%. Apa artinya bagi kinerja perusahaan? Pahami strateginya ke depan. (Shutterstock/Shutterstock)


Reporter: Aulia Ivanka Rahmana | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Reasuransi Nusantara Makmur (Nusantara Re) mencatat lini reasuransi umum masih mendominasi portofolio bisnisnya sepanjang 2025.

Direktur Nusantara Re, Himawan Yustiono menyampaikan pada 2025 reasuransi umum berkontribusi sebesar 98,4% atau Rp 7,249 triliun terhadap total pendapatan premi bruto perusahaan.

“Sementara itu, reasuransi jiwa menyumbang 1,6% atau sekitar Rp 120 miliar,” ujar Himawan kepada Kontan, Jumat (20/2/2026).

Sebagai perbandingan, pada 2024 porsi reasuransi umum mencapai 99% atau Rp 6,667 triliun dan reasuransi jiwa 1% atau Rp 59 miliar.

Namun, meski porsinya masih kecil, premi reasuransi jiwa pada 2025 tumbuh 103% dibandingkan tahun sebelumnya. Adapun reasuransi umum tumbuh sekitar 8,7% secara tahunan.

Baca Juga: Reasuransi Umum Masih Dominasi Portofolio Indonesia Re pada 2025

Di tengah pertumbuhan premi tersebut, rasio klaim bersih perusahaan meningkat signifikan. “Net loss ratio kami naik menjadi 79,10% pada 2025, dari 56,37% pada 2024,” ungkapnya.

Untuk 2026, perusahaan menargetkan pendapatan premi bruto dapat mencapai Rp 7,5 triliun. Seiring dengan itu, perusahaan juga membidik pertumbuhan laba sekitar 20% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya.

Sebagai informasi, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pendapatan premi asuransi jiwa pada 2025 sebesar Rp 180,98 triliun atau terkontraksi 3,81% secara tahunan (YoY). Sementara itu, premi asuransi umum dan reasuransi masih tumbuh 1,51% YoY menjadi Rp 150,74 triliun.

Selanjutnya: BPJPH Pastikan Setiap Produk AS yang Masuk Indonesia Punya 2 Label Halal Sekaligus

Menarik Dibaca: Mahkamah Agung AS Batalkan Tarif Dagang Global Trump, Apa Artinya untuk IHSG?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×