kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.660.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.935   -9,00   -0,05%
  • IDX 5.896   -102,90   -1,72%
  • KOMPAS100 764   -13,28   -1,71%
  • LQ45 584   -4,02   -0,68%
  • ISSI 203   -5,25   -2,52%
  • IDX30 331   -1,77   -0,53%
  • IDXHIDIV20 408   -0,87   -0,21%
  • IDX80 87   -1,24   -1,41%
  • IDXV30 110   -1,47   -1,32%
  • IDXQ30 107   -0,13   -0,12%

OCBC Targetkan Pertumbuhan Kredit Single Digit pada Semester II-2025


Selasa, 15 Juli 2025 / 15:50 WIB
Diperbarui Rabu, 16 Juli 2025 / 15:06 WIB
OCBC Targetkan Pertumbuhan Kredit Single Digit pada Semester II-2025
ILUSTRASI. PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) optimis targetkan pertumbuhan pertumbuhan kredit single digit pada Semester-II 2025. KONTAN/Baihaki/12/1/2010


Reporter: Vatrischa Putri Nur | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank OCBC NISP Tbk (OCBC) optimis targetkan pertumbuhan pertumbuhan kredit single digit pada Semester-II 2025 di tengah tren kredit perbankan tercatat masih melambat pada Mei 2025, . 

Asal tahu saja, Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit perbankan pada Mei 2025 tumbuh sebesar 8,43% secara tahunan atau year on year (YoY). Meskipun positif, capaian ini lebih rendah dari 8,88% YoY pada April 2025.

Direktur OCBC, Hartati, menyampaikan bila pihaknya terus menerapkan kehati-hatian dalam melakukan penyaluran kredit. Ada pun, ia mengatakan bahwa OCBC juga terus fokus pada pertumbuhan CASA (Current Account Saving Account) yang merujuk pada gabungan giro dan tabungan.

Baca Juga: UUS OCBC NISP Luncurkan Premier Banking dengan Solusi Syariah

"Bank senantiasa menerapkan prinsip kehati-hatian dalam kegiatan penyaluran kredit. Kredit diperkirakan tumbuh single digit. Selain itu, OCBC tetap fokus pada pertumbuhan CASA," tutur Hartati kepada Kontan pekan lalu, Selasa (8/7).

Sebagai informasi, pada kuartal I 2025 lalu OCBC mencatat pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 11% secara tahunan YoY pada kuartal I-2025. 

Di kuartal-I 2025 ini OCBC didapatkan total kredit mencapai Rp 168,9 triliun, berasal dari lonjakan kredit konsumer sebesar 16% YoY dan kredit bisnis sebesar 10% YoY.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×